Chelse, Rich Lindia (2026) KAJIAN KARAKTERISTIK REMAJA PUTRI DENGAN ASUPAN PROTEIN DAN ZAT BESI DI DESA BANGUNCIPTO. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.

Text (Cover)
1. Awal.pdf

Download (2MB)
Text (Abstract)
2. Abstract.pdf

Download (255kB)
Text (Chapter 1)
3. Chapter 1.pdf

Download (315kB)
Text (Chapter 2)
4. Chapter 2.pdf

Download (391kB)
Text (Chapter 3)
5. Chapter 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (351kB) Request a copy
Text (Chapter 4)
6. Chapter 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (509kB) Request a copy
Text (Conclusion)
7. Conclusion.pdf

Download (269kB)
Text (References)
8. References.pdf

Download (276kB)
Text (Appendices)
9. Appendices.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) Request a copy
Text (Full teks)
RICH LINDIA CHELSE_P07131123045.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) Request a copy
Official URL: http://poltekkesjogja.ac.id

Abstract

KAJIAN KARAKTERISTIK REMAJA PUTRI DENGAN ASUPAN PROTEIN DAN ZAT BESI DI DESA BANGUNCIPTO Rich Lindia Chelse1, Irianton Aritonang2, Slamet Iskandar3 123Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Yogyakarta Banyuraden, Gamping, Sleman, Yogyakarta. Telp (0274) 617601 Email: richlindia99@gmail.com ABSTRAK Latar Belakang: Masa remaja merupakan fase pertumbuhan cepat yang menuntut kecukupan gizi makro dan mikro. Remaja putri termasuk kelompok rentan malnutrisi dan anemia defisiensi besi akibat kehilangan darah rutin selama siklus menstruasi. Tujuan: Menganalisis karakteristik, gambaran asupan protein dan zat besi, serta kaitan antar-variabel tersebut hingga hubungannya dengan kejadian anemia pada remaja putri di Desa Banguncipto. Metode: Penelitian observasional dengan desain cross-sectional ini dilaksanakan pada bulan April 2026 di Desa Banguncipto, Sentolo, Kulon Progo. Sampel penelitian berjumlah 30 remaja putri yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data asupan gizi dikumpulkan melalui wawancara food recall 3x24 jam, status gizi dinilai berdasarkan indeks IMT/U, dan kadar hemoglobin (Hb) diukur melalui darah kapiler. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Fisher's Exact Test. Hasil: Mayoritas responden berusia 10–16 tahun (66,7%), berpendidikan ≤ SMP (60,0%), memiliki ayah berpendidikan tinggi (70%), ibu berpendidikan tinggi (80,0%), dan pendapatan keluarga di atas UMR (83,3%). Sebanyak 60% responden memiliki status gizi normal, 73,3% memiliki asupan protein cukup, 76,7% memiliki asupan zat besi cukup, dan 23,3% mengalami anemia. Hasil uji bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pendidikan ayah dengan asupan zat besi remaja putri (p = 0,032). Tidak ditemukan kaitan signifikan antara karakteristik demografi lain maupun status gizi dengan tingkat asupan zat besi dan protein (p > 0,05). Namun, terdapat hubungan yang sangat signifikan antara asupan protein (p = 0,0001) dan asupan zat besi (p = 0,0001) dengan kejadian anemia. Kesimpulan: Pendidikan ayah memengaruhi kecukupan asupan zat besi di tingkat keluarga. Meratanya ketersediaan pangan nabati lokal yang terjangkau membuat asupan protein tidak berkaitan dengan status sosial ekonomi. Sinergi kecukupan asupan gizi makro (protein) dan mikro (zat besi) terbukti menjadi faktor kunci mutlak dalam pencegahan kejadian anemia pada remaja putri. Kata Kunci: Remaja Putri, Karakteristik, Asupan Protein, Zat Besi, Anemia.

Item Type: Thesis (Diploma)
Kata Kunci/Keyword Abstrak: Remaja Putri, Karakteristik, Asupan Protein, Zat Besi, Anemia.
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions: Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Gizi > Program Studi DIII Gizi
Depositing User: Mahasiswa Polkesyogya
Date Deposited: 14 Jul 2026 05:04
Last Modified: 14 Jul 2026 05:04
URI: http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/22943

Actions (login required)

View Item View Item