Faza Auliya, - (2026) Hubungan Tingkat Aktivitas Fisik dengan Tingkat Nyeri Haid pada Remaja Putri di SMA Negeri 6 Yogyakarta Tahun 2026. Skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
|
Text
Awal (1)_faza.pdf Download (1MB) |
|
Text
Abstrak.pdf Download (260kB) |
|
Text
Chapter 2.pdf Download (307kB) |
|
Text
Chapter 1.pdf Download (269kB) |
|
Text
Chapter 3.pdf Download (400kB) |
|
Text
Chapter 4.pdf Download (305kB) |
|
Text
Conclusion.pdf Download (185kB) |
|
Text
References.pdf Download (197kB) |
|
Text
Appendices.pdf Download (1MB) |
Abstract
Latar Belakang: Nyeri haid (dismenore) merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas belajar maupun aktivitas sehari-hari. Salah satu faktor yang diperkirakan berhubungan dengan tingkat nyeri haid adalah aktivitas fisik. Aktivitas fisik yang teratur dapat meningkatkan sirkulasi darah dan produksi hormon endorfin yang berperan dalam menurunkan persepsi nyeri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat aktivitas fisik dengan tingkat nyeri haid pada remaja putri di SMA Negeri 6 Yogyakarta Tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 55 siswi kelas X yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data tingkat aktivitas fisik dikumpulkan menggunakan kuesioner International Physical Activity Questionnaire (IPAQ), sedangkan tingkat nyeri haid diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman Rank. Hasil: Responden sebagian besar memiliki tingkat aktivitas fisik sedang sebanyak 25 responden (45,5%), diikuti aktivitas fisik berat sebanyak 16 responden (29,1%) dan aktivitas fisik ringan sebanyak 14 responden (25,5%). Responden mengalami nyeri haid sedang sebanyak 34 responden (61,8%), sedangkan nyeri haid ringan sebanyak 16 responden (29,1%) dan nyeri haid berat sebanyak 5 responden (9,1%). Hasil uji korelasi Spearman Rank menunjukkan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,107 dengan nilai signifikansi (p) sebesar 0,473 (p > 0,05) Kesimpulan: Ada hubungan positif yang sangat lemah antara Tingkat aktivitas fisik dengan Tingkat nyeri haid, namun tidak signifikan secara statistik. Kata Kunci: aktivitas fisik, dismenore, remaja putri
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | Aktivitas fisik, dismenore, remaja putri |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan kebidanan > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 18 Aug 2026 07:48 |
| Last Modified: | 18 Aug 2026 07:48 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/22944 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
