Gusti, Auraku Anugrahing (2026) KAJIAN TINGKAT PENGETAHUAN ANEMIA DAN KEPATUHAN KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH PADA REMAJA PUTRI DI DESA SIDOHARJO, KECAMATAN SAMIGALUH, KABUPATEN KULON PROGO. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
|
Text (Awal)
Awal.pdf Download (1MB) |
|
Text (Abstract)
Abstract.pdf Download (186kB) |
|
Text (Chapter 1)
Chapter 1.pdf Download (212kB) |
|
Text (Chapter 2)
Chapter 2.pdf Download (249kB) |
|
Text (Chapter 3)
Chapter 3.pdf Download (248kB) |
|
Text (Chapter 4)
Chapter 4.pdf Download (285kB) |
|
Text (Conclusion)
Conclusion.pdf Download (170kB) |
|
Text (References)
References.pdf Download (225kB) |
|
Text (Appendices)
Appendices.pdf Download (577kB) |
|
Text (AURAKU ANUGRAHING GUSTI_P07131123114)
KTI_AURAKU ANUGRAHING GUSTI_P07131123114.pdf Download (2MB) |
|
Text (NASKAH PUBLIKASI)
NASKAH PUBLIKASI.docx Download (3MB) |
Abstract
Latar Belakang: Anemia merupakan suatu keadaan dimana komponen di dalam darah yaitu hemoglobin (Hb) dalam darah jumlahnya kurang dari kadar normal (12 g/dL). Prevalensi anemia pada remaja putri di Kabupaten Kulon Progo mencapai 43,67%, tertinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta. Tablet Tambah Darah telah diprogramkan pemerintah sebagai upaya pencegahan, namun kepatuhan konsumsi di kalangan remaja masih rendah. Pengetahuan tentang anemia dan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah (TTD) merupakan faktor penting dalam pencegahan anemia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat pengetahuan anemia dan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri di Desa Sidoharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian sebanyak 60 remaja putri usia 12-19 tahun di Desa Sidoharjo yang diambil menggunakan teknik total sampling. Analisis pengetahuan dilakukan pada 60 responden, sedangkan analisis kepatuhan dilakukan pada 58 responden yang memperoleh TTD. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan anemia (15 soal) dan kuesioner kepatuhan konsumsi tablet tambah darah. Hasil: Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik, yaitu 43 (71,7%) responden. Sebanyak 58 (96,7%) responden memperoleh TTD. Dari 58 responden tersebut, sebanyak 42 (72,41%) responden patuh dan 16 (27,58%) responden tidak patuh mengonsumsi TTD. Alasan utama ketidakpatuhan adalah efek samping berupa mual (44,4%) dan rasa tidak enak (44,4%). Kesimpulan: Sebagian besar remaja putri di Desa Sidoharjo memiliki tingkat pengetahuan yang baik tentang anemia dan tergolong patuh dalam mengonsumsi tablet tambah darah. Namun, masih diperlukan peningkatan edukasi dan pemantauan untuk mengatasi hambatan kepatuhan seperti efek samping yang dirasakan. Kata Kunci: Anemia, pengetahuan, kepatuhan, tablet tambah darah, remaja putri.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | Kata Kunci: Anemia, pengetahuan, kepatuhan, tablet tambah darah, remaja putri. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RA Public aspects of medicine R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Gizi > Program Studi DIII Gizi |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 14 Jul 2026 04:23 |
| Last Modified: | 14 Jul 2026 08:39 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/22893 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
