Widyaningrum, Deshinta (2026) PENGARUH PERMAINAN SENSORY BIN TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS BALITA USIA 1-3 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PLERET. Skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.

Text (Awal)
Awal.pdf

Download (816kB)
Text (Abstract)
Abstract.pdf

Download (324kB)
Text (Chapter 1)
Chapter 1.pdf

Download (348kB)
Text (Chapter 2)
Chapter 2.pdf

Download (436kB)
Text (Chapter 3)
Chapter 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (588kB)
Text (Chapter 4)
Chapter 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (384kB)
Text (Conclusion)
Conclusion.pdf

Download (315kB)
Text (References)
References.pdf

Download (262kB)
Text (Appendices)
Appendices.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
Official URL: https://poltekkesjogja.ac.id/

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Perkembangan motorik halus merupakan aspek penting dalam tumbuh kembang balita yang memerlukan stimulasi optimal. Kurangnya stimulasi dapat menyebabkan keterlambatan perkembangan motorik halus. Salah satu bentuk stimulasi yang dapat diberikan adalah permainan Sensory Bin, yaitu permainan yang melibatkan berbagai rangsangan sensorik untuk melatih koordinasi mata dan tangan serta keterampilan otot-otot kecil anak. Tujuan: Mengetahui pengaruh permainan Sensory Bin terhadap perkembangan motorik halus balita usia 1–3 tahun di wilayah kerja Puskesmas Pleret Kabupaten Bantul. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan pretest-posttest with control group design. Sampel penelitian berjumlah 94 balita yang terdiri dari 47 kelompok eksperimen dan 47 kelompok kontrol. Kelompok eksperimen diberikan intervensi permainan Sensory Bin, sedangkan kelompok kontrol diberikan stimulasi menggunakan Buku KIA. Pengukuran perkembangan motorik halus menggunakan instrumen ASQ-3 domain motorik halus. Analisis data dilakukan dengan Uji Wilcoxon dan Uji Mann–Whitney. Hasil: Uji Wilcoxon menunjukkan terdapat perbedaan perkembangan motorik halus sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok eksperimen (p=0,000), sedangkan pada kelompok kontrol tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p=0,317). Uji Mann–Whitney menunjukkan terdapat perbedaan perkembangan motorik halus antara kelompok eksperimen dan kontrol (p=0,000). Kesimpulan: Permainan Sensory Bin berpengaruh terhadap perkembangan motorik halus balita usia 1–3 tahun di wilayah kerja Puskesmas Pleret Kabupaten Bantul. Kata Kunci: Sensory Bin, motorik halus, balita, stimulasi perkembangan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Kata Kunci/Keyword Abstrak: Sensory Bin, motorik halus, balita, stimulasi perkembangan
Subjects: R Medicine > RG Gynecology and obstetrics
Divisions: Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan kebidanan > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan
Depositing User: Mahasiswa Polkesyogya
Date Deposited: 07 Jul 2026 04:32
Last Modified: 07 Jul 2026 04:32
URI: http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/22766

Actions (login required)

View Item View Item