Listyani, Aulia Nur (2026) KUALITAS DIET BADUTA BERDASARKAN POLA ASUH PEMBERIAN MAKAN DAN KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA DI KAPANEWON BAMBANGLIPURO. Tugas Akhir Dietisien thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
|
Text (Cover)
Awal.pdf Download (1MB) |
|
Text (Abstract)
Abstract.pdf Download (255kB) |
|
Text (Chapter 1)
Chapter 1.pdf Download (284kB) |
|
Text (Chapter 2)
Chapter 2.pdf Download (502kB) |
|
Text (Chapter 3)
Chapter 3.pdf Restricted to Registered users only Download (455kB) Request a copy |
|
Text (Chapter 4)
Chapter 4.pdf Restricted to Registered users only Download (460kB) Request a copy |
|
Text (Conclusion)
Conclusion.pdf Download (218kB) |
|
Text (References)
References.pdf Download (195kB) |
|
Text (Appendices)
Appendices.pdf Download (3MB) |
|
Text (Tugas Akhir)
AULIA NUR LISTYANI_P71313124059.pdf Restricted to Repository staff only Download (5MB) Request a copy |
Abstract
Latar belakang: Usia baduta merupakan masa penting pertumbuhan dan perkembangan sehingga memerlukan asupan yang optimal, di mana asupan dapat dipengaruhi oleh ketahanan pangan rumah tangga dan pola asuh pemberian makan. Tujuan: Mengetahui hubungan antara kualitas diet baduta dengan pola asuh pemberian makan dan ketahanan pangan rumah tangga di Kapanewon Bambanglipuro. Metode: Penelitian cross-sectional ini melibatkan 186 anak usia 6–23 bulan yang dipilih secara consecutive sampling pada November 2025. Asupan makanan, ketahanan pangan rumah tangga, pola asuh pemberian makan, serta konsumsi makanan tidak sehat dianalisis dalam penelitian ini. Indikator standar WHO digunakan untuk menilai minimum acceptable diet (MAD), minimum dietary diversity (MDD), dan minimum meal frequency (MMF), dengan Unhealthy Food Consumption (UFC) sebagai indikator tambahan untuk menggambarkan risiko kualitas diet. Hasil: Usia anak yang lebih tinggi (AOR=0,88; 95% CI: 0,79–0,97) dan jenis kelamin laki-laki (AOR=0,40; 95% CI: 0,18–0,92) memiliki odds yang lebih rendah untuk tidak terpenuhinya MAD. Ketahanan pangan rumah tangga, pola asuh pemberian makan, dan UFC tidak berhubungan signifikan dengan MAD. Secara deskriptif, tingginya pencapaian MAD (83,3%) disertai tingginya UFC (81,7%). Kesimpulan: Kualitas diet baduta berdasarkan MAD tergolong tinggi tetapi masih disertai tingginya UFC. Artinya, MAD belum sepenuhnya mencerminkan kualitas diet anak secara menyeluruh. Usia dan jenis kelamin anak berhubungan signifikan dengan MAD, sementara faktor lainnya tidak menunjukkan hubungan bermakna.
| Item Type: | Thesis (Tugas Akhir Dietisien) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | baduta, kualitas diet, ketahanan pangan rumah tangga, pola asuh pemberian makan |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine R Medicine > RJ Pediatrics > RJ101 Child Health. Child health services |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Gizi > Program Studi Pendidikan Profesi Dietisien |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 01 Jul 2026 03:08 |
| Last Modified: | 01 Jul 2026 03:08 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/22320 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
