Natasya Sekar Arum (2026) GAMBARAN FAKTOR PENYEBAB KETIDAKEFISIENAN BED OCCUPANCY RATIO (BOR) DENGAN METODE FISHBONE DAN URGENCY SERIOUSNESS GROWTH (USG) DI RSUD SARAS ADYATMA. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
|
Text
Awal.pdf Download (716kB) |
|
Text
Abstract.pdf Download (254kB) |
|
Text
Chapter 1.pdf Download (263kB) |
|
Text
Chapter 2.pdf Download (360kB) |
|
Text
Chapter 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (297kB) |
|
Text
Chapter 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (468kB) |
|
Text
Conclusions.pdf Download (210kB) |
|
Text
References.pdf Download (232kB) |
|
Text
Appendices.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Latar Belakang: Bed Occupancy Ratio (BOR) merupakan indikator efisiensi pemanfaatan tempat tidur rumah sakit. Nilai BOR ideal menurut Kementerian Kesehatan RI berada pada rentang 60–85%. RSUD Saras Adyatma menunjukkan capaian BOR yang belum efisien selama empat tahun terakhir, yaitu 2,6% pada tahun 2022, 6% pada tahun 2023, 16% pada tahun 2024, dan 25% pada tahun 2025. Tujuan: Mengetahui faktor penyebab ketidakefisienan BOR menggunakan metode fishbone dan menentukan prioritas masalah dengan metode Urgency, Seriousness, Growth (USG). Metode: Penelitian ini menggunakan jenis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari empat kepala ruang rawat inap dan penanggung jawab unit rekam medis sebagai triangulator. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan diagram fishbone berdasarkan aspek 5M (man, money, methods, materials, machine) serta penentuan prioritas masalah dengan metode USG. Hasil: Rata-rata BOR RSUD Saras Adyatma tahun 2025 sebesar 28% sehingga termasuk kategori tidak efisien. Faktor penyebab ketidakefisienan meliputi kurangnya SDM, koordinasi antarunit yang belum optimal, alat penunjang dan fasilitas yang belum lengkap, implementasi alur penerimaan pasien yang belum konsisten, serta belum adanya evaluasi berkala indikator rawat inap. Hasil analisis USG menunjukkan prioritas utama permasalahan adalah kurangnya fasilitas pelayanan rumah sakit yaitu MRI dan CT Scan. Kesimpulan: BOR RSUD Saras Adyatma belum efisien dan dipengaruhi oleh berbagai faktor pada aspek 5M, dengan faktor machine yaitu alat penunjang yang kurang lengkap sebagai prioritas utama yang perlu segera diperbaiki. Kata Kunci: Bed Occupancy Ratio, efisiensi rumah sakit, fishbone, USG, rawat inap.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | Bed Occupancy Ratio, efisiensi rumah sakit, fishbone, USG, rawat inap |
| Subjects: | Z Bibliography. Library Science. Information Resources > ZA Information resources > ZA4050 Electronic information resources |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan kebidanan > Program Studi DIII Rekam Medis dan Informasi Kesehatan |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 10 Jul 2026 03:54 |
| Last Modified: | 10 Jul 2026 03:54 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/22160 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
