Widowati, Laila Diva Permata (2026) Analisis Kebutuhan SDM Perekam Medis Menggunakan Metode Analisis Beban Kerja Kesehatan dan Workload Indicator of Staffing Need di Instalasi Rekam Medis RSUD Wates Tahun 2025. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
|
Text (Awal)
Awal.pdf Download (590kB) |
|
Text (Abstract)
ABSTRAK.pdf Download (40kB) |
|
Text (Chapter 1)
Chapter 1.pdf Download (138kB) |
|
Text (Chapter 2)
Chapter 2.pdf Download (10MB) |
|
Text (Chapter 3)
Chapter 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (109kB) |
|
Text (Chapter 4)
Chapter 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
Text (Conclucion)
Conclucion.pdf Download (34kB) |
|
Text (References)
References.pdf Download (194kB) |
|
Text (Appendices)
Appendices.pdf Restricted to Repository staff only Download (8MB) |
Abstract
Latar Belakang: Instalasi rekam medis berperan penting dalam mendukung mutu pelayanan rumah sakit melalui pengelolaan data pasien. Namun, SDM perekam medis di RSUD Wates belum optimal. Masih terdapat petugas non-RMIK, distribusi beban kerja belum merata, dan tugas ganda yang menyebabkan keterlambatan pengkodean diagnosis di tahun 2025, penumpukan berkas di filing, serta antrean pada bagian APM yang mengular. Tujuan: Mengetahui kebutuhan ideal SDM perekam medis di instalasi rekam medis RSUD Wates tahun 2025 menggunakan metode ABK-Kes dan WISN serta mengetahui kesesuaian kualifikasi pendidikan dan kesenjangan tenaga yang tersedia. Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain cross sectional. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Subjek observasi berjumlah 37 petugas rekam medis dan subjek wawancara 19 perekam medis perwakilan unit. Perhitungan kebutuhan tenaga menggunakan metode ABK-Kes dan WISN. Hasil: Dari 36 petugas rekam medis, 26 orang berlatar belakang pendidikan RMIK dan 10 orang non-RMIK. Metode ABK-Kes menunjukkan kebutuhan tenaga 47 orang sehingga masih kurang 11 orang. Metode WISN menunjukkan kebutuhan 33 orang sehingga terdapat kelebihan 3 tenaga. Kebutuhan tenaga tertinggi terdapat pada loket pendaftaran rawat jalan dan bagian koding Kesimpulan: RSUD Wates masih mengalami ketidaksesuaian jumlah dan kualifikasi SDM perekam medis serta distribusi beban kerja yang belum merata. Metode ABK-Kes menghasilkan kebutuhan tenaga lebih tinggi dibandingkan WISN karena memperhitungkan allowance. RSUD Wates disarankan melakukan redistribusi tenaga kerja dan open recruitment dengan minimal Pendidikan D3 RMIK, terutama pada bagian pendaftaran rawat jalan dan koding serta meningkatkan kesesuaian kualifikasi pendidikan petugas rekam medis. Kata kunci: rekam medis, SDMK, ABK-Kes, WISN, beban kerja
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | rekam medis, SDMK, ABK-Kes, WISN, beban kerja |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan kebidanan > Program Studi DIII Rekam Medis dan Informasi Kesehatan |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 10 Jul 2026 04:02 |
| Last Modified: | 10 Jul 2026 04:02 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/22027 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
