Sari, Yanfa’ Qurrota ‘Ayun (2025) ASUHAN GIZI TERSTANDAR PADA PASIEN DENGAN SEPTICAEMIA POST SECTIO CAESAREA DAN CHOLECYSTITIS DI RUANG RAWAT INAP HCU OBGYN RSUD Dr. SOETOMO SURABAYA. Tugas Akhir Dietisien thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
|
Text
Awal_yanfa q.pdf Download (569kB) |
|
Text
Abstrak_yanfa q.pdf Download (130kB) |
|
Text
Chapter 1_yanfa q.pdf Download (79kB) |
|
Text
Chapter 2_yanfa q.pdf Download (269kB) |
|
Text
Chapter 3_yanfa q.pdf Restricted to Registered users only Download (183kB) |
|
Text
Chapter 4_yanfa q.pdf Restricted to Repository staff only Download (199kB) |
|
Text
Chapter 5_yanfa q.pdf Restricted to Registered users only Download (181kB) |
|
Text
Conclusion_yanfa q.pdf Download (137kB) |
|
Text
References_yanfa q.pdf Download (136kB) |
|
Text
Full Text.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
ABSTRAK Latar Belakang: Sectio Caesarea (SC) merupakan prosedur persalinan yang semakin meningkat di Indonesia dan memiliki risiko komplikasi yang lebih tinggi dibandingkan persalinan pervaginam, termasuk infeksi pascaoperasi, septicaemia dan cholecystitis. Risiko ini meningkat pada pasien dengan indikasi SC darurat seperti fetal distress. Kondisi kompleks pada pasien memerlukan pelayanan gizi yang komprehensif dan terstandar melalui PAGT yang dilakukan untuk mendukung stabilitas metabolik dan mempercepat proses penyembuhan. Tujuan: Mengetahui pelaksanaan proses asuhan gizi terstandar pada pasien septicaemia post SC dan cholecystitis di ruang rawat inap HCU Obgyn RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan kualitatif deskriptif berbentuk studi kasus dengan data primer dan sekunder yang disajikan dalam narasi dan tabel. Hasil: Skrining gizi menunjukkan status gizi kurang berdasarkan SGA dan %LLA sebesar 73,5%. Data biokimia memperlihatkan adanya gangguan hematologis yaitu anemia, gangguan hepatobilier yaitu cholecystitis, dan infeksi yang sejalan dengan kondisi septicaemia pasien. Pada fisik klinis, tanda vital pasien termasuk dalam kategori normal namun terdapat gangguan gastrointestinal. Hasil USG pasien menunjukkan kondisi cholecystitis serta pemeriksaan kultur darah menunjukkan kondisi septicaemia. Diagnosis gizi yang ditegakkan yaitu NI-2.1, NI-5.3, NC-1.4, NC-2.2, dan NB-1.2. Intervensi berupa diet TETPRL melalui jalur oral serta edukasi gizi keluarga. Selama tiga hari monitoring belum terjadi perubahan status gizi, dan kondisi klinis tetap baik. Kesimpulan : Penerapan asuhan gizi terstandar pada pasien dapat membantu menjaga kestabilan status gizi serta kondisi fisik/klinis pada pasien. Intervensi gizi TETPRL dan edukasi keluarga merupakan bagian penting. Kata Kunci : Septicaemia, Post Sectio Caesarea, Cholecystitis, Asuhan Gizi, Diet TETP RL
| Item Type: | Thesis (Tugas Akhir Dietisien) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | Kata Kunci : Septicaemia, Post Sectio Caesarea, Cholecystitis, Asuhan Gizi, Diet TETP RL |
| Subjects: | R Medicine > RB Pathology R Medicine > RD Surgery R Medicine > RG Gynecology and obstetrics |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Gizi > Program Studi Pendidikan Profesi Dietisien |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 26 Jun 2026 08:04 |
| Last Modified: | 26 Jun 2026 08:04 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/21701 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
