Ussolihah, Annisa (2024) Pengaruh Berkumur Air Rebusan Daun Salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) terhadap pH Saliva Pengguna Ortodonti Cekat. Skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
|
Text
Awal.pdf Download (1MB) |
|
Text
2. Abstrak.pdf Download (264kB) |
|
Text
3. Chapter 1.pdf Download (375kB) |
|
Text
4. Chapter 2.pdf Download (396kB) |
|
Text
5.Chapter 3.pdf Download (372kB) |
|
Text
6.Chapter 4.pdf Download (533kB) |
|
Text
7. Conclusion.pdf Download (259kB) |
|
Text
8. Refrences.pdf Download (514kB) |
|
Text
9. Appendices.pdf Download (1MB) |
|
Text
Skripsi.pdf Download (2MB) |
|
Text
11. Naskah Publikasi.pdf Download (703kB) |
Abstract
Latar Belakang : Penggunaan ortodonti cekat bisa mempengaruhi keadaan rongga mulut dan pH saliva yang merupakan salah satu penyebab karies gigi. Semakin rendah pH saliva semakin tinggi resiko terjadinya karies gigi. Air rebusan daun salam sebagai obat kumur efektif menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans yang berperan dalam proses terjadinya karies gigi. Tujuan : Diketahuinya pengaruh berkumur air rebusan daun salam terhadap pH saliva pada pengguna ortodonti cekat. Metode : Penelitian ini merupakan eksperimen semu dengan rancangan Pretest Posttest With Control Group. Sampel Penelitian ini sebanyak 80 responden yang diambil dengan teknik accidental, 40 responden sebagai kelompok eksperimen dan 40 responden sebagai kelompok kontrol. Pembuatan air rebusan daun salam menggunakan 10 gram (± 10 lembar) yang sudah di keringkan selama 4 hari dalam suhu ruang, kemudian dibersihkan dan direbus dengan 500 ml aquades dengan suhu 100ºC sampai air rebusan berkurang menjadi 250 ml. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann Wthiney. Hasil : Derajat keasaman (pH) saliva sebelum berkumur air rebusan daun salam pada kriteria asam sebanyak 35%, netral sebanyak 50% dan basa 15% dan sesudah berkumur kriteria asam sebanyak 2,5%, netral sebanyak 67,5%, dan basa sebanyak 30%. Dengan rata- rata sebelum berkumur 6,75 dan rata- rata setelah berkrumur 7,33. Berkumur air rebusan daun salam sebelum dan sesudah berbeda secara signifikan sebesar p=0,000. Diantara kelompok eskperimen dan kelompok kontrol miliki perbedaan secara signifikan sebesar p=0,000. Kesimpulan : Air rebusan daun salam dapat meningkatkan pH saliva pada pengguna ortodonti cekat. Kata Kunci : pH saliva, obat kumur, daun salam (Syzygium polyanthum (Wight)Walp.)
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | pH Saliva, Obat Kumur, Daun Salam (Syzygium polyanthum (Wight)Walp.) |
| Subjects: | R Medicine > RK Dentistry |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Keperawatan Gigi > Program Studi Sarjana Terapan Terapi Gigi |
| Depositing User: | Users 30 not found. |
| Date Deposited: | 10 Jul 2026 08:16 |
| Last Modified: | 10 Jul 2026 08:16 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/18249 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
