Puspitasari, Dayu Tri (2023) PERBEDAAN KADAR MAGNESIUM PADA SERUM PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG DIPERIKSA SEGERA, SETELAH DISIMPAN SELAMA 4 JAM DAN 8 JAM PADA SUHU 20-25°C. Skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
|
Text
Awal.doc.pdf Download (396kB) |
|
Text
Abstrak.doc.pdf Download (153kB) |
|
Text
Chapter1.doc.pdf Download (210kB) |
|
Text
Chapter2.doc.pdf Download (316kB) |
|
Text
Chapter3.doc.pdf Restricted to Repository staff only Download (309kB) Request a copy |
|
Text
Chapter4.doc.pdf Restricted to Repository staff only Download (353kB) Request a copy |
|
Text
Conclusion.doc.pdf Download (105kB) |
|
Text
References.doc.pdf Download (204kB) |
|
Text
Appendices.doc.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) Request a copy |
Abstract
Latar Belakang : Pemeriksaan laboratorium sebaiknya dilakukan segera, namun ada beberapa faktor yang menyebabkan spesimen harus disimpan salah satunya adalah pemeriksaan tambahan oleh klinisi. Berdasarkan penelitian salah satu parameter yang sering dimintai pemeriksaan tambahan adalah pemeriksaan magnesium. Pemeriksaan magnesium merupakan salah satu pemeriksaan untuk menunjang diagnosa awal gagal ginjal. Penting untuk menjaga stabilitas pemeriksaan magnesium pada saat penyimpanan sampel dengan cara penanganan sampel yang baik dan benar. Tujuan : Mengetahui perbedaan kadar magnesium pada serum pasien gagal ginjal kronik yang diperiksa segera, setelah disimpan selama 4 dan 8 jam pada suhu 20-25°C. Metode : Jenis penelitian ini adalah pre eksperimen dengan desain penelitian pretest-postest.Populasi penelitian adalah pasien gagal ginjal kronik yang rutin menjalani hemodialisa di RSUD Sleman Yogyakarta. Sampel berjumlah 34 orang. Sampel darah yang didapatkan dipisahkan dari serumnya kemudian dimasukkan kedalam 3 microtube untuk dilakukan pemeriksaan magnesium segera, disimpan 4 jam dan 8 jam. Kadar magnesium diperiksa dengan alat Cobas c311 dengan metode fotometri. Data yang diperoleh dianalisa secara deskriptif dan statistik. Hasil : Rerata kadar magnesium yang diperiksa segera sebesar 2,15 mg/dL, disimpan 4 jam 2,16 mg/dL dan disimpan 8 jam 2,17 mg/dL. Persentase kadar magnesium normal sebesar 97,05% dan tinggi sebesar 2,9%. Hasil analisis statistik menggunakan uji Repeated Measure ANOVA(Sphericity Assumed) menunjukkan nilai p > 0,05 (P value = 0,851) Kesimpulan : Kadar magnesium pada serum pasien gagal ginjal kronik yang diperiksa segera, setelah disimpan selama 4 jam dan 8 jam pada suhu 20-25°C tidak ada perbedaan. Kata Kunci : Gagal ginjal kronik, Penyimpanan sampel, Magnesium
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | Gagal ginjal kronik, Penyimpanan sampel, Magnesium |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Teknologi Laboratorium Medis > Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis |
| Depositing User: | Users 30 not found. |
| Date Deposited: | 02 Jul 2026 03:42 |
| Last Modified: | 02 Jul 2026 03:42 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/15115 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
