Raihan, Muhammad Gaza (2026) PENERAPAN SOCIAL SKILL TRAINING UNTUK MENINGKATKAN INTERAKSI SOSIAL PADA PASIEN ISOLASI SOSIAL. Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES YOGYAKARTA.
|
Text (Cover)
Awal.pdf Download (592kB) |
|
Text (Abstrak)
Abstrac.pdf Download (165kB) |
|
Text (BAB 1)
Chapter 1.pdf Download (283kB) |
|
Text (BAB 2)
Chapter 2.pdf Download (382kB) |
|
Text (BAB 3)
Chapter 3.pdf Restricted to Registered users only Download (275kB) |
|
Text (BAB 4)
Chapter 4.pdf Restricted to Registered users only Download (515kB) |
|
Text (Kesimpulan)
Conclusion.pdf Download (201kB) |
|
Text (Referensi)
References.pdf Download (213kB) |
|
Text (Lampiran)
Appendices.pdf Download (3MB) |
|
Text (KTI Full Text)
MUHAMMAD GAZA RAIHAN_P07120123074.pdf Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
|
Text (Naskah Publikasi)
Naskah Publikasi.pdf Restricted to Repository staff only Download (273kB) |
Abstract
Latar Belakang: Isolasi sosial merupakan masalah keperawatan yang sering ditemukan pada pasien gangguan jiwa, ditandai dengan perilaku menarik diri, tidak berminat berinteraksi, dan menyendiri. Kondisi ini dapat menghambat fungsi sosial dan proses pemulihan pasien. Salah satu intervensi yang dapat diberikan untuk meningkatkan kemampuan interaksi sosial adalah Social Skill Training (SST). Tujuan: Mendeskripsikan pelaksanaan asuhan keperawatan dengan penerapan Social Skill Training pada dua pasien isolasi sosial serta membandingkan respons kedua pasien setelah diberikan intervensi. Metode: Penelitian menggunakan desain studi kasus pada dua pasien laki-laki dengan diagnosis keperawatan isolasi sosial yang dirawat di Wisma Arjuna RSJ Grhasia Yogyakarta. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan telaah dokumentasi. Intervensi Social Skill Training dilaksanakan selama tiga kali pertemuan. Hasil: Kedua pasien menunjukkan tanda dan gejala isolasi sosial berupa menarik diri, tidak berminat berinteraksi, dan menyendiri. Setelah diberikan Social Skill Training, terjadi peningkatan interaksi sosial yang ditandai dengan meningkatnya kontak mata, minat berinteraksi, dan kemampuan berkomunikasi. Jumlah tanda dan gejala isolasi sosial pada Tn. S menurun dari 9 menjadi 4, sedangkan pada Tn. N menurun dari 8 menjadi 3. Tn. N menunjukkan respons yang lebih baik dibandingkan Tn. S. Kesimpulan: Penerapan Social Skill Training dalam asuhan keperawatan mampu meningkatkan interaksi sosial dan menurunkan tanda serta gejala isolasi sosial pada kedua pasien. Pasien dengan motivasi dan keterbukaan yang lebih baik menunjukkan peningkatan kemampuan interaksi sosial yang lebih optimal. Kata Kunci: Isolasi sosial, Social Skill Training, Interaksi sosial, Keperawatan jiwa, Skizofrenia
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | Isolasi sosial, Social Skill Training, Interaksi sosial, Keperawatan jiwa, Skizofrenia |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Keperawatan > Program Studi DIII Keperawatan |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 31 Jul 2026 04:13 |
| Last Modified: | 31 Jul 2026 04:13 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/23613 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
