INDRIYANI, INDRIYANI (2026) PENGARUH PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT) LOKAL TERHADAP PERTUMBUHAN BALITA WASTING DI PUSKESMAS TURI TAHUN 2025. Skripsi thesis, POLTEKKES KEMENKES YOGYAKARTA.

Text
COVER.pdf

Download (157kB)
Text
AWAL.pdf

Download (2MB)
Text
ABSTRACT.pdf

Download (563kB)
Text
Chapter 1.pdf

Download (508kB)
Text
Chapter 2.pdf

Download (540kB)
Text
Chapter 3.pdf

Download (696kB)
Text
Chapter 4.pdf

Download (666kB)
Text
Conclusion.pdf

Download (372kB)
Text
References.pdf

Download (385kB)
Text
Appendices.pdf

Download (2MB)

Abstract

PENGARUH PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT) LOKAL TERHADAP PERTUMBUHAN BALITA WASTING DI PUSKESMAS TURI TAHUN 2025 Indriyani1, Heni Puji Wahyuningsih2, Indriana Widya INi3 1,2,3Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, Jl. Mangkuyudan MJ III/304 Mantrijeron, Yogyakarta, 55143 email: indriitama@gmail.com ABSTRAK Latar Belakang: Wasting masih menjadi masalah gizi pada balita yang berisiko meningkatkan morbiditas, mortalitas, dan gangguan pertumbuhan. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, prevalensi wasting di Indonesia sebesar 7,7%. Di Daerah Istimewa Yogyakarta prevalensi wasting mencapai 7,6%, sedangkan di wilayah kerja Puskesmas Turi masih ditemukan balita dengan status gizi wasting yang memerlukan penanganan melalui program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian PMT lokal terhadap pertumbuhan berat badan dan tinggi badan balita wasting di Puskesmas Turi tahun 2025. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain kohort retrospektif. Sampel penelitian berjumlah 86 balita wasting usia 6–59 bulan yang terdiri atas 43 balita kelompok terpapar PMT lokal dan 43 balita kelompok tidak terpapar. Variabel independen adalah pemberian PMT lokal, sedangkan variabel dependen adalah pertumbuhan berat badan dan tinggi badan. Variabel luar meliputi infeksi, pola makan, dan tingkat pendidikan orang tua. Data PMT lokal, berat badan, dan tinggi badan diperoleh dari data sekunder Puskesmas, sedangkan data infeksi, pola makan, dan tingkat pendidikan orang tua diperoleh melalui kuesioner. Analisis data meliputi uji paired t-test, independent sample t-test, chi-square, dan regresi logistik dengan tingkat kemaknaan 95%. Hasil: Rerata berat badan balita meningkat dari 9,65 kg menjadi 10,97 kg (Δ rerata 1,32 kg; p<0,001), sedangkan rerata tinggi badan meningkat dari 85,10 cm menjadi 86,16 cm (Δ rerata 1,06 cm; p<0,001). Hasil regresi logistik menunjukkan bahwa PMT lokal merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi pertumbuhan berat badan (OR=24,703; p=0,000) dan tinggi badan (OR=102,134; p=0,000). Variabel infeksi, pola makan, dan tingkat pendidikan orang tua tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan balita (p>0,05). Kesimpulan: PMT lokal berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan balita wasting dan merupakan faktor dominan yang meningkatkan peluang pertumbuhan berat badan dan tinggi badan dibandingkan kelompok yang tidak menerima PMT lokal. Kata Kunci: PMT Lokal, Pertumbuhan Balita, Wasting

Item Type: Thesis (Skripsi)
Kata Kunci/Keyword Abstrak: PMT Lokal, Pertumbuhan Balita, Wasting
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions: Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan kebidanan > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan
Depositing User: Mahasiswa Polkesyogya
Date Deposited: 18 Aug 2026 07:50
Last Modified: 18 Aug 2026 07:50
URI: http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/22985

Actions (login required)

View Item View Item