Hidayati, Nur (2025) HUBUNGAN STATUS GIZI DAN DETERMINAN SOSIAL KESEHATAN DENGAN KUALITAS HIDUP LANSIA DI POSYANDU LANSIA PUSKESMAS PLERET KABUPATEN BANTUL YOGYAKARTA. Tugas Akhir Dietisien thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
|
Text (COVER)
Awal.pdf.pdf Download (932kB) |
|
Text (ABSTRACT)
Abstract.pdf.pdf Download (221kB) |
|
Text (CHAPTER 1)
Chapter 1.pdf.pdf Download (229kB) |
|
Text (CHAPTER 2)
Chapter 2.pdf.pdf Download (329kB) |
|
Text (CHAPTER 3)
Chapter 3.pdf.pdf Restricted to Registered users only Download (340kB) |
|
Text (CHAPTER 4)
Chapter 4.pdf.pdf Restricted to Registered users only Download (379kB) |
|
Text (CHAPTER 5)
Chapter 5.pdf.pdf Download (256kB) |
|
Text (CONCLUSION)
Conclusion.pdf.pdf Download (137kB) |
|
Text (REFERENCES)
References.pdf.pdf Download (142kB) |
|
Text (APPENDICES)
Appendices.pdf.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
Abstract
Latar Belakang: Pertambahan jumlah lansia per tahun terus meningkat yang tidak selalu disertai dengan perbaikan kualitas hidup dapat menimbulkan berbagai permasalahan kompleks untuk lansia, keluarga maupun masyarakat yang berisiko menurunkan kualitas hidup. Tujuan: Mengetahui hubungan status gizi dan determinan sosial kesehatan dengan kualitas hidup lansia di posyandu lansia Puskesmas Pleret, Kabupaten Bantul, Yogyakarta Metode: Jenis penelitian ini menggunakan metode cross sectional. Penelitian dilakukan di Puskesmas Pleret pada bulan Oktober-November 2025. Besar sampel adalah 93 lansia yang ada di Posyandu Lansia. Variabel penelitian meliputi status gizi, determinan sosial kesehatan dan kualitas hidup lansia. Data status gizi diperoleh dari IMT dengan pengukuran berat badan dan tinggi badan. Data determinan sosial kesehatan menggunakan kuesioner WHO SAGE dan data kualitas hidup menggunakan kuesioner EQ 5D-5L. Uji statistik yang digunakan untuk analisis bivariat yaitu uji Chi square dan analisis multivariat yaitu uji regresi logistic Hasil: Berdasarkan uji bivariat hubungan antara status gizi, self reported depression dan kepuasan hidup dengan kualitas hidup lansia didapatkan p value >0,05. Sedangkan penilaian terhadap kesehatan diri sendiri dan penilaian kualitas hidup secara keseluruhan didapatkan p value <0,05. Hasil uji multivariat untuk penilaian terhadap kesehatan diri sendiri didapatkan p value 0,002; AOR=0,100 dan self reported depression didapatkan p value 0,025; AOR=5,252 Kesimpulan: Hasil uji bivariat penelitian ini menunjukkan tidak terdapat hubungan antara status gizi, self reported depression dan kepuasan hidup dengan kualitas hidup lansia. Sedangkan penilaian terhadap kesehatan diri sendiri dan penilaian kualitas hidup secara keseluruhan terdapat hubungan signifikan dengan kualitas hidup lansia. Hasil uji multivariat menunjukkan penilaian terhadap kesehatan diri sendiri dan self reported depression berpengaruh terhadap kualitas hidup lansia. Kata Kunci: status gizi, determinan sosial kesehatan, kualitas hidup, lansia
| Item Type: | Thesis (Tugas Akhir Dietisien) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | status gizi, determinan sosial kesehatan, kualitas hidup, lansia |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Gizi > Program Studi Pendidikan Profesi Dietisien |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 29 Jun 2026 05:08 |
| Last Modified: | 29 Jun 2026 05:08 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/21662 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
