Asy' Shifa Wijayanty (2021) Hubungan Status Gizi Ibu Hamil dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di RSUD Wonosari Kabupaten Gunungkidul Tahun 2018-2019. Skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.

Text
Awal.pdf

Download (419kB)
Text
Abstract.pdf

Download (223kB)
Text
Chapter 1.pdf

Download (246kB)
Text
Chapter 2.pdf

Download (353kB)
Text
Chapter 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (300kB)
Text
Chapter 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (314kB)
Text
Conclusion.pdf

Download (219kB)
Text
References.pdf

Download (223kB)
Text
Appendices.pdf
Restricted to Registered users only

Download (508kB)
Official URL: http://poltekkesjogja.ac.id

Abstract

Hubungan Status Gizi Ibu Hamil dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di RSUD Wonosari Kabupaten Gunungkidul Tahun 2018-2019 Asy’ Shifa Wijayanty1, Sabar Santoso2, Dwiana Estiwidani3 1,2,3Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, Jl. Mangkuyudan, MJ III/ 304, Mantrijeron, Yogyakarta email: asyshifa251@gmail.com, santososabar_56@ymail.com, estiwidani@yahoo.com ABSTRAK Latar Belakang: Pada tahun 2019, kondisi BBLR merupakan penyebab dari 35,5% kematian neonatal di Indonesia. Salah satu faktor yang signifikan menyebabkan kejadian BBLR adalah status gizi ibu. Tujuan: Mengetahui hubungan antara status gizi ibu hamil meliputi IMT, KEK, dan anemia dengan kejadian BBLR di RSUD Wonosari Kabupaten Gunungkidul pada Tahun 2018-2019. Metode: Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan desain case control. Penelitian dilakukan pada bulan Januari-Maret 2021. Populasi penelitian ini adalah seluruh bayi yang lahir di RSUD Wonosari Kabupaten Gunungkidul tahun 2018-2019 dengan teknik pengambilan sampel secara random sampling. Sampel pada penelitian ini yaitu 126 bayi untuk kelompok case dan 126 bayi untuk kelompok control, sehingga total dari sampel adalah sebanyak 252 bayi yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Variabel yang diteliti yaitu kejadian BBLR sebagai variabel dependen dan variabel IMT, LILA/ KEK, anemia sebagai variabel independen. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat (chi-square) dan multivariat (regresi logistik). Hasil: Penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara IMT dengan kejadian BBLR (p-value: 0,000 < 0,05), KEK dengan BBLR (p-value: 0,000 < 0,05), dan anemia dengan BBLR (p-value: 0,000 < 0,05). Besar peluang ibu dengan IMT berisiko, KEK, dan anemia untuk memiliki anak BBLR adalah sebesar 62%. Anemia merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap kejadian BBLR. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi meliputi IMT, KEK, dan Anemia pada ibu hamil dengan kejadian BBLR Kata Kunci: BBLR, Status Gizi, IMT, KEK, Anemia

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: R Medicine > RG Gynecology and obstetrics
Divisions: Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan kebidanan > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan
Depositing User: Users 30 not found.
Date Deposited: 19 Aug 2026 06:34
Last Modified: 19 Aug 2026 06:34
URI: http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/6787

Actions (login required)

View Item View Item