Sejati, Wahyu (2026) Efektivitas Talk Show Penyakit Periodontal Terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Minat Scaling pada Generasi Z.
|
Text (INTRODUCING)
introducing.pdf Download (1MB) |
|
Text (Abstract)
2-Abstract.pdf Download (208kB) |
|
Text (Chapter 1)
Chapter 1.pdf Download (217kB) |
|
Text (Chapter 2)
chapter 2.pdf Download (233kB) |
|
Text (Chapter 3)
Chapter 3.pdf Restricted to Registered users only Download (299kB) |
|
Text (Chapter 4)
Chapter 4.pdf Restricted to Registered users only Download (247kB) |
|
Text (Conclusion)
COCLUSION.pdf Download (191kB) |
|
Text (REFERENCE)
REFERENCE.pdf Download (208kB) |
|
Text (APPENDICES)
APPENDICES.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
Text (FULL TEXT)
FULL TEXT.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
|
Text (NASKAG PUBLIKASI)
NASKAH PUBLIKASI.pdf Restricted to Repository staff only Download (715kB) |
Abstract
Latar Belakang : Berdasarkan SKI (2023), prevalensi gusi mudah berdarah di rentang usia 15-24 tahun sebesar 8,7% dan rentang usia 25-34 tahun sebesar 8,5%. Angka pembersihan karang gigi (scaling) di rentang usia 15-24 tahun sebesar 18,8% dan rentang usia 25-34 tahun sebesar 19,1%. Penelitian ini akan menguji efektivitas talk show penyakit periodontal terhadap peningkatan pengetahuan dan minat untuk melakukan scaling pada Generasi Z. Tujuan : Diketahuinya efektivitas talk show tentang penyakit periodontal dalam meningkatkan pengetahuan dan minat untuk scaling pada Generasi Z. Metode : Penelitian ini menggunakan desain pretest–posttest one group design, yang termasuk dalam kategori Pre-experimental. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 100 warga asrama. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan didapatkan 50 responden yang dihitung dengan rumus slovin. Variabel independent pada penelitan ini adalah talk show penyakit periodontal, dan untuk variabel dependent adalah pengetahuan tentang penyakit periodontal dan minat untuk melakukan scaling. Uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk didapatkan 0,044 pada pengetahuan dan minat lalu didapatkan data berdistribusi tidak normal (p<0,05), sehingga untuk mengukur pengetahuan dan minat, peneliti menggunakan uji Wilcoxon. Hasil : Nilai pengetahuan (pre-test) sebesar 14,76 ± 0,517 (baik) dan nilai (post- test) sebesar 14,96 ± 0,283 (baik). Pada data minat nilai (pre-test) sebesar 13,68 ± 1,077 (berminat) dan nilai (post-test) sebesar 14,12 ± 1,239 (berminat). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan signifikan pada pengetahuan dan minat sebelum dan setelah intervensi talk show penyakit periodontal (p < 0,05). Kesimpulan :Talk show penyakit periodontal efektif terhadap peningkatan pengetahuan dan minat untuk scaling pada generasi Z. Kata Kunci : Talk show, penyakit periodontal, pengetahuan, minat, scaling Latar Belakang : Berdasarkan SKI (2023), prevalensi gusi mudah berdarah di rentang usia 15-24 tahun sebesar 8,7% dan rentang usia 25-34 tahun sebesar 8,5%. Angka pembersihan karang gigi (scaling) di rentang usia 15-24 tahun sebesar 18,8% dan rentang usia 25-34 tahun sebesar 19,1%. Penelitian ini akan menguji efektivitas talk show penyakit periodontal terhadap peningkatan pengetahuan dan minat untuk melakukan scaling pada Generasi Z. Tujuan : Diketahuinya efektivitas talk show tentang penyakit periodontal dalam meningkatkan pengetahuan dan minat untuk scaling pada Generasi Z. Metode : Penelitian ini menggunakan desain pretest–posttest one group design, yang termasuk dalam kategori Pre-experimental. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 100 warga asrama. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan didapatkan 50 responden yang dihitung dengan rumus slovin. Variabel independent pada penelitan ini adalah talk show penyakit periodontal, dan untuk variabel dependent adalah pengetahuan tentang penyakit periodontal dan minat untuk melakukan scaling. Uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk didapatkan 0,044 pada pengetahuan dan minat lalu didapatkan data berdistribusi tidak normal (p<0,05), sehingga untuk mengukur pengetahuan dan minat, peneliti menggunakan uji Wilcoxon. Hasil : Nilai pengetahuan (pre-test) sebesar 14,76 ± 0,517 (baik) dan nilai (post- test) sebesar 14,96 ± 0,283 (baik). Pada data minat nilai (pre-test) sebesar 13,68 ± 1,077 (berminat) dan nilai (post-test) sebesar 14,12 ± 1,239 (berminat). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan signifikan pada pengetahuan dan minat sebelum dan setelah intervensi talk show penyakit periodontal (p < 0,05). Kesimpulan :Talk show penyakit periodontal efektif terhadap peningkatan pengetahuan dan minat untuk scaling pada generasi Z. Kata Kunci : Talk show, penyakit periodontal, pengetahuan, minat, scaling
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | Talk Show, Penyakit Periodontal, Pengetahuan, Scaling |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Keperawatan Gigi > Program Studi Sarjana Terapan Terapi Gigi |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 04 Sep 2026 07:17 |
| Last Modified: | 04 Sep 2026 07:17 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/24319 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
