Yulianingrum, Anggraeni Putri (2026) KARYA ILMIAH AKHIR NERS IMPLEMENTASI PUZZLE THERAPY DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN AKTUALISASI DIRI PADA LANSIA DENGAN GANGGUAN KOGNITIF DI BPSTW ABIYOSO YOGYAKARTA. Tugas Akhir Ners thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
|
Text (Cover)
1. Awal.pdf Download (1MB) |
|
Text
2. Abstract.pdf Download (414kB) |
|
Text
3. Chapter 1.pdf Download (332kB) |
|
Text
4. Chapter 2.pdf Download (822kB) |
|
Text
5. Chapter 3.pdf Restricted to Registered users only Download (30kB) |
|
Text
6. Chapter 4.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
Text
7. Chapter 5.pdf Download (632kB) |
|
Text
8. Conclusion.pdf Download (311kB) |
|
Text
9. Reference.pdf Download (257kB) |
|
Text
Anggraeni Putri Yulianingrum_P71203125003.pdf Restricted to Registered users only Download (7MB) |
Abstract
Latar Belakang: Gangguan kognitif merupakan masalah yang sering dialami lansia akibat proses penuaan dan berdampak pada penurunan memori, perhatian, serta kemampuan berpikir. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk menstimulasi fungsi kognitif adalah puzzle therapy, yang melatih memori, perhatian, kemampuan pemecahan masalah, dan koordinasi visual-motor. Tujuan: Memperoleh pengalaman dan gambaran secara nyata dalam implementasi puzzle therapy dalam pemenuhan kebutuhan aktualisasi diri pada lansia dengan gangguan kognitif di BPSTW Abiyoso Yogyakarta menggunakan metode proses keperawatan berdasarkan evidence based practice. Metode: Studi kasus ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan proses keperawatan berbasis evidance based practice. Intervensi puzzle therapy diberikan kepada lansia dengan gangguan kognitif ringan hingga sedang dan penilaian dilakukan dengan menggunakan Mini Mental State Examination (MMSE) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Pengkajian menunjukkan kedua klien mengalami gangguan memori akibat proses penuaan dan diberikan puzzle therapy selama 15–30 menit per sesi, 2 sesi per hari selama 3 hari. Setelah intervensi, skor MMSE Ny. T meningkat dari 22 menjadi 24, sedangkan Ny. G dari 18 menjadi 22. Ny. G menunjukkan peningkatan skor lebih besar (4 poin) dibandingkan Ny. T (2 poin) karena perkembangan konsentrasi, orientasi, dan kemandirian menyusun puzzle lebih baik, meskipun skor akhir Ny. T lebih tinggi. Kedua klien juga mengalami peningkatan memori, perhatian, kemampuan mengikuti instruksi, dan pemecahan masalah. Faktor pendukung meliputi media puzzle yang familiar, motivasi lansia, dan pendampingan peneliti, sedangkan hambatan berupa keterbatasan memori dan kemampuan visuospasial. Kesimpulan: Puzzle therapy efektif meningkatkan fungsi kognitif dan membantu pemenuhan kebutuhan memori pada lansia dengan gangguan kognitif. Keberhasilan intervensi dipengaruhi oleh kondisi kognitif awal, kemampuan individu, motivasi, dan pendampingan selama terapi.
| Item Type: | Thesis (Tugas Akhir Ners) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | gangguan kognitif, lansia, memori, Mini Mental State Examination (MMSE), puzzle therapy. |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Keperawatan > Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan, Pendidikan Profesi Ners |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 11 Aug 2026 03:59 |
| Last Modified: | 11 Aug 2026 03:59 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/24041 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
