Puspita, Pipit Arum (2026) Penerapan Terapi Aktifitas Merajut Untuk Menurunkan Frekuensi Halusinasi Pendengaran Di RSJ Grhasia. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.

Text (Awal)
Awal.pdf

Download (726kB)
Text (Abstrak)
Teks (Abstrak).pdf

Download (261kB)
Text (Bab 1)
Teks (Bab 1).pdf

Download (264kB)
Text (Bab 2)
Teks (Bab 2).pdf

Download (459kB)
Text (Bab 3)
Teks (Bab 3).pdf
Restricted to Registered users only

Download (210kB)
Text (Bab 4)
Teks (Bab 4).pdf
Restricted to Registered users only

Download (370kB)
Text (Kesimpulan)
Teks (Kesimpulan).pdf

Download (152kB)
Text (Refrensi)
Referensi.pdf

Download (235kB)
Text (Appendices)
Appendices.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
Text (PIPIT ARUM PUSPITA_nimP07120123009)
PIPIT ARUM PUSPITA_P07120123009.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)
Official URL: https://poltekkesjogja.ac.id

Abstract

Latar Belakang: Halusinasi pendengaran merupakan gangguan persepsi sensori yang sering ditemukan pada pasien gangguan jiwa, ditandai dengan munculnya persepsi suara tanpa rangsangan eksternal yang nyata. Kondisi ini dapat menyebabkan penurunan konsentrasi, gangguan interaksi sosial, serta hambatan dalam aktivitas sehari-hari. Terapi aktivitas merajut sebagai bentuk terapi okupasi dinilai efektif dalam mengalihkan perhatian pasien dari stimulus halusinasi melalui gerakan motorik halus yang ritmis. Tujuan: Studi kasus ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui penerapan terapi aktivitas merajut dalam menurunkan frekuensi halusinasi pendengaran pada pasien gangguan jiwa di RSJ Grhasia Yogyakarta. Metode: Karya tulis ilmiah ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif studi kasus. Subjek studi kasus berjumlah 2 pasien halusinasi pendengaran. Terapi aktivitas merajut dilakukan selama 3 hari berturut-turut dengan durasi 20–30 menit per sesi menggunakan instrumen Auditory Hallucination Rating Scale (AHRS). Hasil: Penerapan terapi aktivitas merajut selama 3 hari berturut-turut menunjukkan adanya penurunan skor AHRS pada kedua pasien. Pada Pasien I skor AHRS menurun dari 25 menjadi 18, ditandai berkurangnya frekuensi halusinasi, pasien tampak lebih tenang dan kontak mata membaik. Pada Pasien II skor AHRS menurun dari 27 menjadi 20, ditandai dengan berkurangnya frekuensi halusinasi dan pasien lebih mampu mengalihkan perhatian saat halusinasi muncul. Kesimpulan: Penerapan terapi aktivitas merajut mampu menurunkan frekuensi halusinasi pendengaran pada pasien gangguan jiwa di RSJ Grhasia Yogyakarta. Kata Kunci: terapi aktivitas merajut, halusinasi pendengaran, gangguan jiwa, AHRS

Item Type: Thesis (Diploma)
Kata Kunci/Keyword Abstrak: terapi aktivitas merajut, halusinasi pendengaran, gangguan jiwa, AHRS
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions: Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Keperawatan > Program Studi DIII Keperawatan
Depositing User: Mahasiswa Polkesyogya
Date Deposited: 03 Aug 2026 07:47
Last Modified: 03 Aug 2026 07:47
URI: http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/23828

Actions (login required)

View Item View Item