Himawan, Fifi Ariana (2026) Penerapan Manajemen Energi dalam Pemenuhan Kebutuhan Aktivitas: Intoleransi Aktivitas pada Pasien Coronary Artery Disease Post PCI di Ruang ICCU RSUP Dr. Sardjito. Tugas Akhir Ners thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
|
Text
2. 2026_P71203125035_Introduction.pdf Download (1MB) |
|
Text
3. 2026_P71203125035_Fifi Ariana Himawan_Abstract.pdf Download (222kB) |
|
Text
4. 2026_P71203125035_Chapter I.pdf Download (239kB) |
|
Text
5. 2026_P71203125035_Chapter II.pdf Download (498kB) |
|
Text
6. 2026_P71203125035_Chapter III.pdf Restricted to Registered users only Download (262kB) |
|
Text
7. 2026_P71203125035_Chapter IV.pdf Restricted to Registered users only Download (335kB) |
|
Text
8. 2026_P71203125035_Chapter V.pdf Restricted to Registered users only Download (249kB) |
|
Text
9. 2026_P71203125035_Chapter VI.pdf Download (207kB) |
|
Text
10. 2026_P71203125035_References.pdf Download (220kB) |
|
Text
11. 2026_P71203125035_Appendices.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
|
Text
1. KIAN_P71203125035_Fifi Ariana Himawan.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Latar Belakang: Coronary Artery Disease (CAD) merupakan penyakit kardiovaskular yang ditandai oleh penyempitan arteri koroner akibat proses aterosklerosis sehingga menyebabkan penurunan perfusi miokard. Salah satu tindakan revaskularisasi yang sering dilakukan adalah Percutaneous Coronary Intervention (PCI). Meskipun efektif memperbaiki aliran darah koroner, pasien CAD post PCI masih berisiko mengalami intoleransi aktivitas yang ditandai dengan kelemahan, cepat lelah, sesak, berdebar, serta keterbatasan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Kondisi tersebut memerlukan intervensi keperawatan yang tepat untuk meningkatkan toleransi aktivitas pasien. Tujuan: Menganalisis penerapan manajemen energi dalam pemenuhan kebutuhan aktivitas pada pasien CAD post PCI dengan masalah keperawatan intoleransi aktivitas di Ruang ICCU RSUP Dr. Sardjito. Metode: Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif pada dua pasien CAD post PCI dengan intoleransi aktivitas. Asuhan keperawatan dilakukan selama 3×24 jam dengan penerapan evidence-based nursing manajemen energi meliputi deep breathing exercise, aktif-pasif exercise, dan latihan aktivitas harian bertahap sesuai kemampuan pasien. Evaluasi dilakukan melalui pemantauan respons fisiologis, tingkat kelelahan, dan kemampuan melakukan aktivitas. Hasil: Hasil menunjukkan adanya peningkatan toleransi aktivitas pada kedua pasien setelah penerapan manajemen energi. Peningkatan tersebut ditandai dengan berkurangnya keluhan lelah, sesak, dan berdebar saat beraktivitas, meningkatnya kemampuan mobilisasi secara bertahap, serta membaiknya respons fisiologis seperti frekuensi nadi, frekuensi napas, saturasi oksigen, dan skor Borg Rating of Perceived Exertion (RPE). Kesimpulan: Penerapan manajemen energi melalui deep breathing exercise, aktif-pasif exercise, dan latihan aktivitas harian bertahap dapat meningkatkan toleransi aktivitas pada pasien CAD post PCI sehingga dapat digunakan sebagai salah satu intervensi keperawatan pemulihan fungsi aktivitas pasien. Kata kunci: Coronary Artery Disease, Percutaneous Coronary Intervention, intoleransi aktivitas, manajemen energi, toleransi aktivitas.
| Item Type: | Thesis (Tugas Akhir Ners) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | Coronary Artery Disease, Percutaneous Coronary Intervention, intoleransi aktivitas, manajemen energi, toleransi aktivitas. |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Keperawatan > Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan, Pendidikan Profesi Ners |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 04 Aug 2026 05:53 |
| Last Modified: | 04 Aug 2026 05:53 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/23792 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
