Ramadhany, Aledya Noer (2026) PENERAPAN MIRROR THERAPY TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN OTOT TANGAN PADA PASIEN STROKE NON HEMORAGIK DI RSUD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.

Text (Awal)
2026_P07120123049_introduction.pdf.pdf

Download (614kB)
Text (Abstract)
2026_P07120123049_abstract.pdf.pdf

Download (423kB)
Text (Chapter 1)
2026_P07120123049_chapter 1.pdf.pdf

Download (511kB)
Text (Chapter 2)
2026_P07120123049_chapter 2.pdf.pdf

Download (1MB)
Text (Chapter 3)
2026_P07120123049_chapter 3.pdf.pdf
Restricted to Registered users only

Download (503kB)
Text (Chapter 4)
2026_P07120123049_chapter 4.pdf.pdf
Restricted to Registered users only

Download (843kB)
Text (Conclusion)
2026_P07120123049_conclusion.pdf.pdf

Download (358kB)
Text (References)
2026_P07120123049_references.pdf.pdf

Download (484kB)
Text (Appendices)
2026_P07120123049_appendices.pdf.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
Text (KTI Full Text)
Aledya Noer Ramadhany_P07120123049_full text.pdf.pdf.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)
Official URL: https://poltekkesjogja.ac.id/

Abstract

Latar Belakang: Stroke non hemoragik merupakan gangguan neurologis akibat terhambatnya aliran darah ke otak yang dapat menyebabkan kelemahan otot pada salah satu sisi tubuh (hemiparesis). Kelemahan otot yang tidak ditangani dengan baik dapat mengganggu mobilitas dan aktivitas sehari-hari pasien. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu meningkatkan kekuatan otot adalah mirror therapy. Tujuan: Mengetahui penerapan mirror therapy untuk meningkatkan kekuatan otot tangan pada pasien stroke non hemoragik. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif kualitatif dengan pendekatan asuhan keperawatan pada dua pasien stroke non hemoragik di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Intervensi mirror therapy dilakukan satu kali sehari selama tiga hari berturut-turut, terdiri dari dua sesi masing-masing 15 menit dengan waktu istirahat 5 menit. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dokumentasi medis, dan pengukuran kekuatan otot menggunakan Manual Muscle Testing (MMT). Hasil: Sebelum intervensi, pasien mengalami kelemahan otot ekstremitas atas dengan nilai MMT 3 pada pasien pertama dan nilai MMT 1 pada pasien kedua. Setelah dilakukan mirror therapy, terjadi peningkatan kekuatan otot pada kedua pasien. Pasien pertama mengalami peningkatan nilai MMT dari 3 menjadi 4, sedangkan pasien kedua meningkat dari 1 menjadi 2. Selain itu, pasien tampak lebih mampu menggerakkan ekstremitas yang mengalami kelemahan. Kesimpulan: Penerapan mirror therapy dapat membantu meningkatkan kekuatan otot tangan pada pasien stroke non hemoragik sehingga dapat digunakan sebagai salah satu intervensi rehabilitatif dalam asuhan keperawatan.

Item Type: Thesis (Diploma)
Kata Kunci/Keyword Abstrak: mirror therapy, stroke non hemoragik, kekuatan otot, hemiparesis, rehabilitasi
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions: Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Keperawatan > Program Studi DIII Keperawatan
Depositing User: Mahasiswa Polkesyogya
Date Deposited: 06 Aug 2026 06:26
Last Modified: 06 Aug 2026 06:26
URI: http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/23759

Actions (login required)

View Item View Item