Pratiwi, Septi Nanda (2026) PENERAPAN MOBILISASI DINI UNTUK MENGATASI GANGGUAN MOBILITAS FISIK PADA PASIEN POST APPENDECTOMY DI RSUD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
|
Text (cover)
Awal.pdf.pdf Download (3MB) |
|
Text (Abstrak)
Abstrak.pdf.pdf Download (208kB) |
|
Text (BAB 1)
Chapter 1.pdf.pdf Download (210kB) |
|
Text (BAB 2)
Chapter 2. pdf.pdf Download (453kB) |
|
Text (BAB 3)
Chapter 3.pdf.pdf Restricted to Registered users only Download (212kB) |
|
Text (BAB 4)
Chapter 4. pdf.pdf Restricted to Registered users only Download (430kB) |
|
Text (Kesimpulan)
Conclusion.pdf.pdf Download (194kB) |
|
Text (Referensi)
References.pdf.pdf Download (182kB) |
|
Text (Lampiran)
Appendices.pdf.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
|
Text (KTI Lengkap)
Septi Nanda Pratiwi_P07120123061.pdf Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
ABSTRAK Latar Belakang: Apendisitis merupakan peradangan pada apendiks yang sering memerlukan tindakan pembedahan berupa appendectomy. Pasien post appendectomy umumnya mengalami gangguan mobilitas fisik akibat nyeri, kelemahan, dan keterbatasan gerak setelah operasi. Mobilisasi dini merupakan salah satu intervensi keperawatan untuk membantu meningkatkan kemampuan mobilitas pasien dan mencegah komplikasi akibat tirah baring. Tujuan : Studi kasus ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan mobilisasi dini pada pasien post appendectomy dengan gangguan mobilitas fisik di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Metode: Studi kasus deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan pada dua pasien post appendectomy yang mengalami gangguan mobilitas fisik. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi. Intervensi mobilisasi dini dilakukan secara bertahap mulai 6 jam pascaoperasi selama 3 hari sesuai toleransi pasien. Hasil: Sebelum dilakukan mobilisasi dini, kedua pasien mengalami nyeri luka operasi dengan skala nyeri 6–7, kelemahan fisik, keterbatasan bergerak, serta membutuhkan bantuan saat duduk, berdiri, dan berjalan. Setelah dilakukan mobilisasi dini selama 3 hari, kemampuan mobilitas pasien meningkat ditandai dengan peningkatan kekuatan otot dari skala 3 menjadi 5, kemampuan duduk, berdiri, dan berjalan secara bertahap, nyeri berkurang, serta tingkat kemandirian aktivitas meningkat. Kesimpulan : Setelah penerapan mobilisasi dini, terjadi peningkatan kemampuan mobilitas fisik pada kedua pasien post appendectomy. Kata Kunci: appendectomy, gangguan mobilitas fisik, mobilisasi dini, pascaoperasi, asuhan keperawatan.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | appendectomy, gangguan mobilitas fisik, mobilisasi dini, pascaoperasi, asuhan keperawatan. |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Keperawatan > Program Studi DIII Keperawatan |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 03 Aug 2026 04:12 |
| Last Modified: | 03 Aug 2026 04:12 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/23742 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
