Nafisah, Adisa Ainun (2026) HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN DERAJAT VISUALISASI GLOTIS PADA PASIEN GENERAL ANESTESI DENGAN INTUBASI ENDOTRACHEAL TUBE. Skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
|
Text (Cover)
1. Awal.pdf Download (1MB) |
|
Text (Abstract)
2. Abstract.pdf Download (85kB) |
|
Text (Chapter 1)
3. Chapter 1.pdf Download (93kB) |
|
Text (Chapter 2)
4. Chapter 2.pdf Download (485kB) |
|
Text (Chapter 3)
5. Chapter 3.pdf Restricted to Registered users only Download (184kB) |
|
Text (Chapter 4)
6. Chapter 4.pdf Restricted to Registered users only Download (133kB) |
|
Text (Conclusion)
7. Conclusion.pdf Download (21kB) |
|
Text (Reference)
8. References.pdf Download (84kB) |
|
Text (Appendics)
9. Appendics.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
|
Text (Full-Text)
Adisa Ainun Nafisah_P07120322002.pdf Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
|
Text (Naskah Publikasi)
Naskah Publikasi.pdf Restricted to Repository staff only Download (614kB) |
Abstract
Latar Belakang: Visualisasi glotis merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan intubasi endotracheal tube (ETT) pada pasien general anestesi. Peningkatan Indeks Massa Tubuh (IMT) dapat menyebabkan penumpukan jaringan adiposa pada daerah leher dan orofaring sehingga berpotensi menurunkan kualitas visualisasi glotis dan meningkatkan risiko difficult airway. Tujuan: Mengetahui hubungan Indeks Massa Tubuh dengan visualisasi glotis pada pasien general anestesi menggunakan endotracheal tube. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 88 responden. Penelitian dilaksanakan pada Februari–April dan dianalisis menggunakan uji Spearman rho. Hasil: Distribusi IMT responden paling banyak berada pada kategori berat badan normal sebanyak 51 responden (58%) dan paling sedikit kategori berat badan kurang sebanyak 5 responden (5,7%). Hasil koefisien korelasi menunjukkan nilai r sebesar 0,889 dengan p=0,044 pada kelompok berat badan kurang, r=0,351 dengan p=0,012 pada kelompok berat badan normal, r=0,555 dengan p=0,003 pada kelompok berat badan berlebih, dan r=0,939 dengan p=0,005 pada kelompok obesitas. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara Indeks Massa Tubuh dengan visualisasi glotis, di mana semakin tinggi kategori IMT maka kecenderungan visualisasi glotis semakin mengarah pada kondisi jalan napas yang lebih sulit. Kata kunci: Indeks Massa Tubuh, visualisasi glotis, anestesi umum
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | Indeks Massa Tubuh, visualisasi glotis, anestesi umum |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Keperawatan > Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 29 Jul 2026 08:26 |
| Last Modified: | 29 Jul 2026 08:26 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/23471 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
