Umarroh, Ariyana Lutfi (2026) PENERAPAN KANGAROO MOTHER CARE PADA BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH DENGAN RISIKO HIPOTERMIA DI RSUD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
|
Text (Cover)
1. Awal.pdf Download (868kB) |
|
Text (Abstract)
2. Abstract.pdf Download (297kB) |
|
Text (Chapter 1)
3. Chapter 1.pdf Download (331kB) |
|
Text (Chapter 2)
4. Chapter 2.pdf Download (510kB) |
|
Text (Chapter 3)
5. Chapter 3.pdf Download (311kB) |
|
Text (Chapter 4)
6. Chapter 4.pdf Restricted to Registered users only Download (646kB) |
|
Text (Conclusion)
7. Conclusion.pdf Restricted to Registered users only Download (279kB) |
|
Text (References)
8. References.pdf Download (260kB) |
|
Text (Appendices)
9. Appendices.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) |
|
Text (full-text)
ARIYANA LUTFI UMARROH_P07120123051.pdf Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
Abstract
Latar Belakang: Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) memiliki risiko tinggi mengalami ketidakstabilan suhu tubuh akibat ketidakmatangan sistem termoregulasi. Kangaroo Mother Care (KMC) merupakan metode perawatan dengan kontak kulit ke kulit yang dapat membantu menjaga kestabilan suhu tubuh bayi BBLR. Tujuan: Mendeskripsikan penerapan Kangaroo Mother Care pada bayi berat badan lahir rendah dengan risiko hipotermia di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Metode: Karya tulis ilmiah ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua bayi BBLR yang mengalami ketidakstabilan suhu tubuh di Ruang Kunti RSUD Panembahan Senopati Bantul. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi. Intervensi Kangaroo Mother Care dilakukan selama 1 jam setiap hari selama 3 hari berturut-turut dengan pengukuran suhu tubuh sebelum dan sesudah tindakan. Hasil: Penerapan Kangaroo Mother Care menunjukkan adanya peningkatan suhu tubuh pada kedua bayi BBLR. Pada klien pertama, suhu tubuh sebelum KMC meningkat dari 35,9°C (thermogun) 36,0°C (aksila) menjadi 36,5°C (thermogun) 36,6°C (aksila) pada hari ketiga, dan suhu sesudah KMC mencapai 37,3°C (thermogun) 37,2°C (aksila). Pada klien kedua, suhu tubuh sebelum KMC meningkat dari 36,0°C (thermogun) 36,0°C (aksila) menjadi 36,6°C (thermogun) 36,5°C (aksila) pada hari ketiga, dan suhu sesudah KMC mencapai 37,2°C (thermogun) 37,2°C (aksila). Hasil tersebut menunjukkan bahwa KMC efektif dalam membantu menjaga kestabilan suhu tubuh bayi BBLR. Kesimpulan: Penerapan Kangaroo Mother Care efektif dalam meningkatkan dan menjaga kestabilan suhu tubuh pada bayi dengan berat badan lahir rendah. Kata Kunci: BBLR, hipotermia, Kangaroo Mother Care, neonatus
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | BBLR, hipotermia, Kangaroo Mother Care, neonatus |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Keperawatan > Program Studi DIII Keperawatan |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 29 Jul 2026 06:04 |
| Last Modified: | 29 Jul 2026 06:04 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/23451 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
