Rembune, Fairuuz Diffa (2026) VARIASI CAMPURAN BUNGA ROSELLA (HIBISCUS SADBARIFFA L.) DENGAN TERONG BELANDA (SOLANUM BETACEUM CAV.) PADA MINUMAN "ROSELLANDA" SEBAGAI MINUMAN FUNGSIONAL UNTUK ANEMIA DITINJAU DARI SIFAT FISIK, SIFAT ORGANOLEPTIK, KADAR ZAT BESI DAN VITAMIN C. Skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.

Text (Cover)
Awal.pdf

Download (1MB)
Text (Abstract)
Abstrak.pdf

Download (206kB)
Text (Chapter 1)
Chapter 1.pdf

Download (263kB)
Text (Chapter 2)
Chapter 2.pdf

Download (372kB)
Text (Chapter 3)
Chapter 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (323kB)
Text (Chapter 4)
Chapter 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (472kB)
Text (Conclusion)
Conclusion.pdf

Download (191kB)
Text (References)
References.pdf

Download (241kB)
Text (Appendices)
Appendices.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
Text (Full Text)
FAIRUUZ DIFFA REMBUNE_P07131222006.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)
Text (Naskah Publikasi)
NASKAH PUBLIKASI_FAIRUUZ DIFFA REMBUNE.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (974kB)

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Anemia defisiensi besi masih menjadi masalah kesehatan yang banyak terjadi pada remaja putri dan wanita usia subur. Bunga rosella dan terong belanda merupakan bahan pangan yang berpotensi dimanfaatkan sebagai minuman potensial “Rosellanda” karena mengandung zat besi, vitamin C dan antioksidan. Tujuan : Menghasilkan minuman fungsional untuk anemia dengan campuran bunga rosella dan terong belanda yang ditinjau dari sifat fisik, sifat organoleptik, kadar zat besi dan vitamin C. Metode : Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimental laboratorium dengan desain penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan 4 perlakuan formulasi bahan. Masing-masing perlakuan dilakukan 2 kali ulangan dan terdapat 2 unit percobaan pada setiap ulangan sehingga menghasilkan 16 satuan percobaan. Hasil :Terdapat pengaruh yang signifikan (p<0,05) terhadap sifat organoleptik warna, aroma dan tekstur, sedangkan parameter rasa tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan (p>0,05). Kadar zat besi tertinggi terdapat pada perlakuan F3 sebesar 1,7050 mg/100 g dan kadar vitamin C tertinggi sebesar 23,66 mg/100 g. Perlakuan F2 merupakan formulasi yang paling disukai panelis berdasarkan tingkat penerimaan warna, aroma, tekstur dan rasa. Kesimpulan : Variasi campuran bunga rosella dan terong belanda berpengaruh terhadap sifat fisik, sifat organoleptik, kadar zat besi dan vitamin C minuman "Rosellanda". Perlakuan F2 memperoleh tingkat penerimaan panelis tertinggi, sedangkan perlakuan F3 ditetapkan sebagai formulasi terbaik karena memiliki kandungan zat besi dan vitamin C tertinggi. Minuman "Rosellanda" berpotensi dikembangkan sebagai alternatif minuman sumber zat besi dan vitamin C untuk membantu pencegahan anemia. Kata Kunci : bunga rosella, terong belanda, anemia, zat besi, vitamin C, sifat fisik, sifat organoleptik.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Kata Kunci/Keyword Abstrak: Kata Kunci : bunga rosella, terong belanda, anemia, zat besi, vitamin C, sifat fisik, sifat organoleptik.
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions: Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Gizi > Program Studi Sarjana Terapan Gizi dan Dietetika
Depositing User: Mahasiswa Polkesyogya
Date Deposited: 03 Aug 2026 07:32
Last Modified: 03 Aug 2026 07:32
URI: http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/23374

Actions (login required)

View Item View Item