Candrawati, Dewi (2026) PENERAPAN TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN RASA NYAMAN: KECEMASAN PADA PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE DI RSUP DR. SOERADJI TIRTONEGORO KLATEN. Tugas Akhir Ners thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
|
Text
Awal.pdf Download (1MB) |
|
Text
Abstract.pdf Download (227kB) |
|
Text
Chapter 1.pdf Download (402kB) |
|
Text
Chapter 2.pdf Download (842kB) |
|
Text
Chapter 3.pdf Download (248kB) |
|
Text
Chapter 4.pdf Restricted to Registered users only Download (378kB) |
|
Text
Chapter 5.pdf Restricted to Registered users only Download (232kB) |
|
Text
Conclusion.pdf Download (206kB) |
|
Text
References.pdf Download (202kB) |
|
Text
Appendices.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
Abstract
Latar Belakang : Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) dengan hemodialisis sering mengalami kecemasan akibat kondisi penyakit kronis dan prosedur terapi. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi kecemasan adalah terapi relaksasi otot progresif. Tujuan : Tujuan studi kasus ini mendeskripsikan penerapan terapi relaksasi otot progresif untuk mengurangi kecemasan pada pasien CKD dengan hemodialisis dan mengidentifikasi perbedaan respons pasien terhadap intervensi yang diberikan. Metode : Studi kasus ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain case report pada dua pasien CKD dengan hemodialisis. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Terapi ini dilakukan menggunakan Standar Operasional Prosedur (SOP) selama 10 menit setiap hari pukul 10.00 WIB dengan 15 gerakan selama 3 hari perawatan pada Ny. M dan 5 hari pada Ny. R. Hasil : Berdasarkan hasil pengkajian, ditegakkan diagnosa keperawatan ansietas dan diberikan intervensi reduksi ansietas berupa terapi relaksasi otot progresif. Setelah intervensi, kedua pasien mengatakan lebih nyaman dan rasa khawatir berkurang, kedua pasien tampak lebih tenang. Skor HARS Ny. M menurun dari 28 menjadi 18, sedangkan Ny. R dari 30 menjadi 17, yang menunjukkan penurunan tingkat kecemasan pada kedua pasien. Kesimpulan : Hasil evaluasi pada kedua pasien, penerapan terapi relaksasi otot progresif dapat menurunkan kecemasan. Perbedaan penurunan kecemasan dapat dipengaruhi oleh kondisi fisik, psikologis dan stresor yang berbeda. Kata Kunci : Chronic Kidney Disease, hemodialisis, kecemasan, terapi relaksasi otot progresif, asuhan keperawatan.
| Item Type: | Thesis (Tugas Akhir Ners) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | Chronic Kidney Disease, hemodialisis, kecemasan, terapi relaksasi otot progresif, asuhan keperawatan |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Keperawatan > Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan, Pendidikan Profesi Ners |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 28 Jul 2026 04:06 |
| Last Modified: | 28 Jul 2026 04:06 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/23245 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
