Purnamasari, Ade Putri (2026) GAMBARAN PENGETAHUAN DAN POLA KONSUMSI NATRIUM PADA LANSIA HIPERTENSI DI KALURAHAN SIDOHARJO. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
|
Text (Awal)
Awal.pdf.pdf Download (981kB) |
|
Text (Abstract)
Abstract.pdf.pdf Download (134kB) |
|
Text (Chapter 1)
Chapter 1.pdf.pdf Download (357kB) |
|
Text (Chapter 2)
Chapter 2.pdf.pdf Restricted to Registered users only Download (552kB) |
|
Text (Chapter 3)
Chapter 3.pdf.pdf Restricted to Registered users only Download (358kB) |
|
Text (Chapter 4)
Chapter 4.pdf.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
Text (Conclusion)
Conclusion.pdf.pdf Download (503kB) |
|
Text (References)
References.pd.pdf Download (332kB) |
|
Text (Appendices)
Appendices.pdf.pdf Restricted to Registered users only Download (645kB) |
|
Text (Naskah Publikasi)
Naskah Publikasi.pdf Restricted to Repository staff only Download (984kB) |
|
Text (ADE PUTRI_P07131123082)
ADE PUTRI_P07131123082.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
ABSTRAK Latar belakang: Hipertensi pada lansia merupakan masalah kesehatan yang disebabkan oleh rendahnya pengetahuan dan pola konsumsi natrium yang kurang sesuai anjuran. Rendahnya tingkat pengetahuan dapat menyebabkan lansia kurang memahami pentingnya penerapan diet rendah garam. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran pengetahuan hipertensi, pola konsumsi natrium, dan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di Kalurahan Sidoharjo. Metode: Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 36 lansia berusia ≥60 tahun yang dipilih secara purposive sampling, dengan instrumen kuesioner pengetahuan hipertensi (20 soal), Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), dan data tekanan darah dari register posyandu, yang dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan SPSS. Hasil: Mayoritas responden memiliki pengetahuan kurang tentang hipertensi dan sebagian besar berada dalam kategori hipertensi tingkat 2. Secara statistik, 55,6% responden berpengetahuan kurang, 52,8% mengonsumsi natrium dalam kategori cukup, dan 66,7% mengalami hipertensi tingkat 2, responden berpengetahuan kurang cenderung mengalami hipertensi tingkat 2 (80,0%). Kesimpulan: Temuan ini mengindikasikan bahwa derajat hipertensi dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan, sementara konsumsi natrium bukan satu-satunya faktor penentu tekanan darah pada lansia. Diperlukan peningkatan edukasi kesehatan yang terstruktur dan pemantauan tekanan darah secara berkala sebagai strategi pengendalian hipertensi pada populasi lansia di Kalurahan Sidoharjo. Kata kunci: hipertensi, lansia, konsumsi natrium, pengetahuan, tekanan darah
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | hipertensi, lansia, konsumsi natrium, pengetahuan, tekanan darah |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RA Public aspects of medicine R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Gizi > Program Studi DIII Gizi |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 17 Jul 2026 09:09 |
| Last Modified: | 17 Jul 2026 09:09 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/22992 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
