Miharja, Jeanne d'Arc Adi Nugraheni Sastra (2026) PERBEDAAN KADAR BILIRUBIN TOTAL MENGGUNAKAN SERUM SEPARATOR TUBE DENGAN WAKTU PENDIAMAN SELAMA 5 MENIT DAN 30 MENIT SEBELUM DISENTRIFUGASI. Skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
|
Text (Awal)
Awal.pdf Download (783kB) |
|
Text (Abstrak)
Abstract.pdf Download (123kB) |
|
Text (Pendahulan)
Chapter 1.pdf Download (255kB) |
|
Text (Tinjauan Pustaka)
Chapter 2.pdf Download (669kB) |
|
Text (Metode Penelitian)
Chapter 3.pdf Download (318kB) |
|
Text (Hasil dan Pembahasan)
Chapter 4.pdf Download (310kB) |
|
Text (Penutup)
Conclusion.pdf Download (191kB) |
|
Text (Daftar Pustaka)
References.pdf Download (236kB) |
|
Text (Lampiran)
Appendices.pdf Download (968kB) |
Abstract
Latar belakang: Akurasi hasil pemeriksaan laboratorium sangat dipengaruhi oleh tahap pra-analitik, salah satunya waktu pendiaman spesimen sebelum sentrifugasi. Pemeriksaan bilirubin total sebagai indikator fungsi hati sangat sensitif terhadap perubahan kondisi pra-analitik. Penggunaan Serum Separator Tube (SST) memungkinkan percepatan proses pembentukan serum, namun variasi waktu pendiaman sebelum sentrifugasi berpotensi memengaruhi hasil pemeriksaan. Di lapangan, praktik pendiaman sering bervariasi untuk mengejar efisiensi waktu pelayanan. Bilirubin merupakan analit yang mudah mengalami perubahan akibat faktor lingkungan dan kondisi sampel, sehingga variasi waktu pendiaman berpotensi menimbulkan perbedaan hasil. Tujuan: Mengetahui perbedaan kadar bilirubin total menggunakan Serum Separator Tube dengan waktu pendiaman 5 menit dan 30 menit sebelum disentrifugasi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain posttest only control design dan metode simple random sampling. Setiap sampel diberi dua perlakuan, yaitu pendiaman 5 menit dan 30 menit sebelum sentrifugasi. Pemeriksaan kadar bilirubin total dilakukan menggunakan metode Jendrassik-Grof. Analisis data dilakukan menggunakan uji Paired Sample T-test setelah uji normalitas terpenuhi. Hasil: Selisih ata-rata kadar bilirubin total pada pendiaman 5 menit dan pendiaman 30 menit sebesar 0,01 mg/dL. Hasil uji statistik menunjukkan nilai signifikansi (p-value) sebesar 0,225 (p > 0,05), yang berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara kedua perlakuan, masih berada dalam batas Total Error Allowable (TEa) ±20%. Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan yang signifikan kadar bilirubin total antara waktu pendiaman 5 menit dan 30 menit sebelum sentrifugasi. Variasi waktu pendiaman tersebut masih dapat ditoleransi secara klinis dan tidak memengaruhi hasil pemeriksaan secara bermakna. Kata kunci: bilirubin total, serum separator tube, waktu pendiaman, pra-analitik, spektrofotometri.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | bilirubin total, serum separator tube, waktu pendiaman, pra-analitik, spektrofotometri. |
| Subjects: | Q Science > Q Science (General) Q Science > QD Chemistry |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Teknologi Laboratorium Medis > Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 07 Oct 2026 01:44 |
| Last Modified: | 07 Oct 2026 01:44 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/22950 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
