Aliya Nur Yasyfa, Aliya (2026) KAJIAN KEHADIRAN BALITA DALAM PEMANTAUAN PERTUMBUHAN DAN KENAIKAN BERAT BADAN DI POSYANDU ILP DUKUH KRIKIL. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
|
Text (Awal)
Awal.pdf Download (721kB) |
|
Text (Abstract)
Abstract.pdf Download (207kB) |
|
Text (Chapter 1)
Chapter 1.pdf Download (208kB) |
|
Text (Chapter 2)
Chapter 2.pdf Download (491kB) |
|
Text (Chapter 3)
Chapter 3.pdf Restricted to Registered users only Download (222kB) Request a copy |
|
Text (Chapter 4)
Chapter 4.pdf Restricted to Registered users only Download (225kB) Request a copy |
|
Text (Conclusion)
Conclusion.pdf Download (194kB) |
|
Text (References)
References.pdf Download (184kB) |
|
Text (Appendices)
Appendices.pdf Download (254kB) |
|
Text (Full Text)
ALIYA NUR YASYFA (P07131123005).pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) Request a copy |
|
Text (Naskah Publikasi)
Naskah Publikasi.pdf Restricted to Registered users only Download (441kB) Request a copy |
Abstract
Latar Belakang: Transformasi konsep Integrasi Pelayanan Primer (ILP) menuntut optimalisasi peran posyandu dalam memantau pertumbuhan anak secara berkala karena kegagalan pemantauan rutin berisiko memicu gagal tumbuh (weight faltering) yang tidak terdeteksi pada balita di tingkat komunitas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat kehadiran balita di posyandu dengan luaran kenaikan berat badan aktual bulanan di wilayah kerja Posyandu ILP Dukuh Krikil, Kalurahan Pendoworejo. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional menggunakan metode total sampling. Sampel penelitian berjumlah 21 balita usia 12-59 bulan yang memenuhi kriteria inklusi pada bulan April 2026. Data tingkat kehadiran selama satu tahun terakhir dan kenaikan berat badan diperoleh melalui Buku KIA/KMS, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan tabulasi silang. Hasil: Mayoritas balita memiliki tingkat kehadiran kategori Baik (≥8 kali/tahun) sebesar 90,5% (n=19) dan kenaikan berat badan kategori Baik (Naik/N) sebesar 71,4% (n=15). Hasil tabulasi silang menunjukkan tren linier, yaitu seluruh balita dengan kehadiran kategori Kurang (100,0%) mengalami berat badan Tidak Naik. Namun, terdapat 21,1% (4 anak) pada kelompok kehadiran Baik yang berat badannya tetap dikategorikan Tidak Naik karena kenaikan berat badan belum mencapai standar Kenaikan Berat Badan Minimal (KBM). Kesimpulan: Rutinitas kunjungan ke posyandu berjalan seiring dengan optimalnya deteksi dini pertumbuhan balita. Meskipun kehadiran yang baik tidak menjamin kenaikan berat badan mencapai standar KBM akibat faktor pengganggu di rumah, ketidakhadiran balita di posyandu dapat menghambat upaya pencegahan dan deteksi dini gagal tumbuh pada anak.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | Integrasi Pelayanan Primer, Kenaikan Berat Badan Minimal, Kunjungan Posyandu, Weight Faltering |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Gizi > Program Studi DIII Gizi |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 08 Jul 2026 09:03 |
| Last Modified: | 08 Jul 2026 09:03 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/22776 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
