Anggriani, Adesti (2026) PROSES ASUHAN GIZI TERSTANDAR (PAGT) PADA PASIEN NSTEMI DENGAN OMI ANTERIOR DAN DIABETES MELITUS DI RSUD TIDAR KOTA MAGELANG. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
|
Text (COVER)
1. COVER dan HALAMAN JUDUL.pdf Download (157kB) |
|
Text (AWAL)
2.Awal.pdf Download (416kB) |
|
Text (ABSTRAK)
3.Abstract.pdf Download (182kB) |
|
Text (BAB 1)
4.chapter 1.pdf Download (198kB) |
|
Text
5.chapter 2.pdf Download (832kB) |
|
Text
6.chapter 3.pdf Restricted to Registered users only Download (260kB) |
|
Text
7.chapter 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (473kB) |
|
Text
8.conclusion.pdf Download (120kB) |
|
Text
9.references.pdf Download (255kB) |
|
Text
10.Appendices.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
Latar Belakang: NSTEMI (Non-ST Elevation Myocardial Infarction) merupakan bagian dari Sindrom Koroner Akut yang menjadi penyebab utama kematian dan morbiditas secara global. Pada tahun 2019, tercatat sekitar 5,8 juta kasus baru penyakit jantung iskemik di 57 negara anggota ESC. Diabetes melitus (DM) merupakan komorbid paling sering pada pasien NSTEMI, di mana data Kemenkes RI tahun 2019 menunjukkan sekitar 20–30% pasien NSTEMI memiliki riwayat DM. Kondisi ini meningkatkan risiko malnutrisi akibat peningkatan kebutuhan zat gizi, penurunan nafsu makan, dan efek samping terapi, sehingga dibutuhkan proses asuhan gizi terstandar yang komprehensif. Tujuan: Mengetahui gambaran pelaksanaan Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT) pada pasien NSTEMI dengan OMI Anterior dan Diabetes Melitus. Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional deskriptif dengan desain studi kasus. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui penyajian narasi, tabel, dan grafik. Hasil: Skrining SF-MNA menunjukkan pasien berisiko malnutrisi, namun status gizi berdasarkan persentil LILA tergolong baik. Pemeriksaan fisik menunjukkan kesadaran composmentis dengan keluhan lemas, batuk, nyeri dada, sesak napas, dan rasa penuh pada perut (begah). Pemeriksaan tanda vital menunjukkan takipnea, hipertensi, dan demam. Hasil laboratorium menunjukkan peningkatan troponin kuantitatif, gula darah puasa (GDP), dan HbA1c, serta gambaran EKG yang mengindikasikan gangguan aliran darah pada dinding anterior jantung. Asupan makan berdasarkan recall 24 jam tergolong kurang. Intervensi gizi yang diberikan berupa Diet Jantung II dan Diet DM dengan tekstur makanan lunak, frekuensi tiga kali makan utama dan tiga kali selingan. Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan keluhan fisik berkurang, tanda vital stabil, dan GDP menurun, meskipun pengendalian gula darah berdasarkan GD2PP belum optimal. Asupan energi meningkat dan memenuhi target pada hari pertama dan kedua, namun belum mencapai target 100% pada hari ketiga. Kesimpulan: Pelaksanaan PAGT pada pasien NSTEMI dengan OMI Anterior dan DM melalui intervensi Diet Jantung II-Diet DM, edukasi, konseling, serta koordinasi multidisiplin menghasilkan perbaikan kondisi fisik klinis, penurunan kadar gula darah meskipun belum optimal, serta pemenuhan asupan energi yang belum konsisten. Kata Kunci: Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT), NSTEMI, OMI Anterior, Diabetes Melitus
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT), NSTEMI, OMI Anterior, Diabetes Melitus |
| Subjects: | R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Gizi > Program Studi DIII Gizi |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 14 Jul 2026 03:57 |
| Last Modified: | 14 Jul 2026 03:57 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/22711 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
