Nathaniela, Helga (2026) PENGARUH PERNAFASAN DIAFRAGMA TERHADAP CHEMOTHERAPY INDUCED NAUSEA AND VOMITING AKUT PADA PASIEN KANKER DI RSUD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL. Skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
|
Text (Awal)
Awal.pdf.pdf Download (613kB) |
|
Text (Abstract)
Abstract.pdf.pdf Download (14kB) |
|
Text (Chapter 1)
Chapter1.pdf.pdf Download (180kB) |
|
Text (Chapter 2)
Chapter2.pdf.pdf Download (131kB) |
|
Text (Chapter 3)
Chapter3.pdf.pdf Restricted to Registered users only Download (140kB) |
|
Text (Chapter 4)
Chapter4.pdf.pdf Restricted to Registered users only Download (122kB) |
|
Text (Chapter 5)
Conclusion.pdf.pdf Download (15kB) |
|
Text (References)
References.pdf.pdf Download (82kB) |
|
Text (Appendices)
Appendices.pdf.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
Latar Belakang: Chemotherapy Induced Nausea and Vomiting (CINV) merupakan salah satu efek samping yang paling sering dialami pasien kanker setelah menjalani kemoterapi. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu mengurangi mual adalah teknik pernapasan diafragma. Tujuan: Mengetahui penurunan Chemotherapy Induced Nausea and Vomiting (CINV) dengan pernapasan diafragma pada pasien kanker. Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif dengan quasi experimental menggunakan pendekatan pretest-posttest with control group design. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling didapatkan sebanyak 36 responden yang dibagi menjadi 18 responden kelompok intervensi dan 18 responden kelompok kontrol. Pengukuran CINV menggunakan instrumen Index Nausea, Vomiting, and Retching (INVR). Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon dan Mann Whitney U-Test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penurunan tingkat mual yang signifikan pada kelompok intervensi setelah diberikan pernapasan diafragma dengan nilai p = 0,000 (<0,05). Pada kelompok kontrol yang mendapatkan terapi antiemetik juga terjadi penurunan tingkat mual yang signifikan dengan nilai p = 0,000 (<0,05). Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan nilai p = 0,142 (>0,05), yang berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Namun, kelompok intervensi memiliki mean rank lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol, yang menunjukkan kecenderungan penurunan tingkat mual yang lebih baik pada kelompok yang diberikan pernapasan diafragma. Kesimpulan: Intervensi keperawatan pernapasan diafragma merupakan terapi non-farmakologis yang dapat digunakan bersamaan dengan antiemetik dalam manajemen CINV pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi. Kata kunci: pernapasan diafragma, kemoterapi, CINV, kanker.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | pernapasan diafragma, kemoterapi, CINV, kanker |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Keperawatan > Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 06 Jul 2026 06:18 |
| Last Modified: | 06 Jul 2026 06:18 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/22707 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
