Wirayuda, Abdurrahman Elang (2026) PROSES ASUHAN GIZI TERSTANDAR (PAGT) PADA PASIEN BRONKOPNEUMONIA DENGAN ASMA BRONKIAL DI RUMAH SAKIT PANTI RAPIH YOGYAKARTA. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.

Text
Awal.pdf

Download (1MB)
Text
Abstract.pdf

Download (144kB)
Text
Chapter 1.pdf

Download (165kB)
Text
Chapter 2.pdf

Download (301kB)
Text
Chapter 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (259kB)
Text
Chapter 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (385kB)
Text
Conclusion.pdf

Download (117kB)
Text
References.pdf

Download (165kB)
Text (Cover)
Appendices.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

Latar Belakang: Bronkopneumonia merupakan infeksi saluran pernapasan bawah yang masih menjadi salah satu penyebab utama morbiditas di Indonesia. Kondisi bronkopneumonia yang disertai asma bronkial dapat menyebabkan peningkatan kebutuhan metabolik, penurunan nafsu makan, dan risiko malnutrisi sehingga diperlukan penatalaksanaan Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT). Tujuan: Mengetahui penatalaksanaan Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT) pada pasien bronkopneumonia dengan asma bronkial di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional deskriptif dengan desain studi kasus pada pasien rawat inap dengan diagnosis bronkopneumonia dan asma bronkial. Pengumpulan data dilakukan melalui skrining gizi, asesmen gizi meliputi antropometri, biokimia, fisik klinis, riwayat makan, diagnosis gizi, intervensi gizi, serta monitoring dan evaluasi. Hasil: Hasil skrining menggunakan Strong Kids menunjukkan pasien berisiko sedang mengalami malnutrisi. Pengukuran antropometri menunjukkan LILA 21,1 cm dan panjang ulna 24,7 cm dengan persentase LILA 90,94% kategori gizi baik. Pemeriksaan biokimia menunjukkan eosinofil 6% meningkat, PO2 60,8 mmHg rendah, dan saturasi oksigen 92,9% rendah. Hasil recall 24 jam menunjukkan asupan energi 55%, protein 49%, lemak 70%, dan karbohidrat 51% dari kebutuhan. Diagnosis gizi yang ditegakkan yaitu asupan oral tidak adekuat, peningkatan kebutuhan protein, perubahan nilai laboratorium terkait karbohidrat, dan kurangnya pengetahuan gizi. Intervensi gizi yang diberikan berupa diet tinggi protein rendah karbohidrat dengan bentuk makanan lunak melalui oral, frekuensi 3 kali makan utama dan 2 kali selingan. Monitoring dan evaluasi menunjukkan adanya peningkatan asupan makan dan perbaikan kondisi klinis pasien. Kesimpulan: Penerapan Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT) pada pasien bronkopneumonia dengan asma bronkial dapat membantu memperbaiki asupan makan, mendukung pemenuhan kebutuhan gizi, dan membantu perbaikan kondisi klinis pasien selama perawatan. Kata kunci: Bronkopneumonia, Asma Bronkial, PAGT, Asuhan Gizi, Malnutrisi.

Item Type: Thesis (Diploma)
Kata Kunci/Keyword Abstrak: Bronkopneumonia, Asma Bronkial, PAGT, Asuhan Gizi, Malnutrisi.
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions: Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Gizi > Program Studi DIII Gizi
Depositing User: Mahasiswa Polkesyogya
Date Deposited: 13 Jul 2026 03:31
Last Modified: 13 Jul 2026 03:31
URI: http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/22706

Actions (login required)

View Item View Item