WIDYAWATI, ERNI (2026) SCREEN TIME BERLEBIH SEBAGAI FAKTOR RISIKO GIZI LEBIH PADA BALITA USIA 24–59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WATES KULON PROGO. Skripsi thesis, Poltekke Kemenkes Yogyakarta.

Text (Cover)
HALAMAN JUDUL DAN ABSTRAK.pdf

Download (2MB)
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (475kB)
Text (BAB 2)
BAB_II_Tinjauan_Pustaka.pdf

Download (677kB)
Text (BAB 3)
BAB_III_Metode_Penelitian.pdf

Download (685kB)
Text (BAB 4)
BAB_IV_Hasil_dan_Pembahasan.pdf

Download (481kB)
Text (BAB 5)
BAB_V_Kesimpulan_dan_Saran.pdf

Download (340kB)
Text (DAFTAR PUSTAKA DAN LAMPIRAN)
Daftar_Pustaka_dan_Lampiran.pdf

Download (2MB)

Abstract

SCREEN TIME BERLEBIH SEBAGAI FAKTOR RISIKO GIZI LEBIH PADA BALITA USIA 24–59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WATES KULON PROGO Erni Widyawati1, Wafi Nur Muslihatun2, Yuliantisari Retnaningsih3 1,2,3Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta Jl. Mangkuyudan MJ III/304 Yogyakarta E-mail : erni22970@gmail.com ABSTRAK Latar Belakang: Gizi lebih pada balita merupakan masalah kesehatan global yang terus meningkat. Wilayah kerja Puskesmas Wates mencatat prevalensi gizi lebih sebesar 13,19%, melampaui ambang batas WHO sebesar >10%. Screen time berlebih diduga berkontribusi dengan mendorong perilaku sedentari, meningkatkan asupan kalori, dan mengurangi aktivitas fisik. Tujuan: Mengidentifikasi hubungan screen time berlebih dengan kejadian gizi lebih pada balita usia 24–59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Wates, Kulon Progo. Metode: Penelitian observasional analitik dengan desain kasus kontrol pada 66 balita, terdiri dari 33 kasus (BB/TB > +1 SD) dan 33 kontrol (BB/TB -2 SD s.d. +1 SD). Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling untuk kasus maupu kontrol berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Data screen time dikumpulkan melalui kuesioner dan status gizi dari Buku KIA. Analisis menggunakan uji Chi-Square dan Odds Ratio dengan kepercayaan 95%. Hasil: Sebagian besar balita (71,2%) memiliki screen time >1 jam/hari. Pada kelompok kasus, 87,9% memiliki screen time berlebih dibandingkan 54,5% pada kelompok kontrol. Balita dengan screen time berlebih meningkatkan risiko kejadian berisiko gizi lebih dibandingkan dengan balita screen time normal (OR=6,02; 95% CI: 1,73–21,08; p=0,003). Kesimpulan: Balita dengan Screen time berlebih meningkatkan risiko kejadian berisiko gizi lebih pada balita usia 24–59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Wates. Kata Kunci: screen time, gizi lebih, balita

Item Type: Thesis (Skripsi)
Kata Kunci/Keyword Abstrak: screen time, gizi lebih, balita
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions: Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan kebidanan > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan, Pendidikan Profesi Bidan
Depositing User: Mahasiswa Polkesyogya
Date Deposited: 18 Aug 2026 07:46
Last Modified: 18 Aug 2026 07:46
URI: http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/22670

Actions (login required)

View Item View Item