Putri, Nadiana (2026) HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SMAN 1 PUNDONG. Skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
|
Text (Awal)
AWAL.pdf Download (2MB) |
|
Text (ABSTRACT)
ABSTRACT.pdf Download (235kB) |
|
Text (Chapter 1)
CHAPTER 1.pdf Download (367kB) |
|
Text (Chapter 2)
CHAPTER 2.pdf Download (522kB) |
|
Text (Chapter 3)
CHAPTER 3.pdf Restricted to Registered users only Download (517kB) |
|
Text (Chapter 4)
CHAPTER 4.pdf Restricted to Registered users only Download (416kB) |
|
Text (CONCLUSION)
CONCLUSION.pdf Download (259kB) |
|
Text (REFERENCES)
REFERENCES.pdf Download (208kB) |
|
Text (APPENDICES)
APPENDICES.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
Latar Belakang: Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan yang cukup tinggi, terutama disebabkan oleh meningkatnya kebutuhan zat besi selama masa pertumbuhan dan kehilangan darah saat menstruasi. Pola makan yang tidak seimbang merupakan faktor utama yang dapat mempengaruhi kejadian anemia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMAN 1 Pundong, Kabupaten Bantul. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja putri kelas X sebanyak 130 siswi, dengan sampel sebanyak 82 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Data pola makan dikumpulkan menggunakan kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ), sedangkan kejadian anemia diukur melalui pemeriksaan kadar hemoglobin menggunakan alat digital. Analisis data dilakukan untuk mengetahui hubungan antara pola makan dengan kejadian anemia. Hasil: Mayoritas remaja putri di SMAN 1 Pundong memiliki pola makan yang buruk (67,1%), mayoritas mengalami anemia (67,1%), mayoritas memiliki pola menstruasi yang normal (84,1%), sebagian besar tidak konsumsi tablet tambah darah (48,8%), serta sebagian besar memiliki IMT dalam kategori normal (41,5%). Hasil Analisis Bivariat dan Multivariat menunjukkan ada hubungan signifikan antara pola makan (p-value < 0,001), konsumsi tablet tambah darah (p-value < 0,001) dengan kejadian anemia. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pola makan dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMAN 1 Pundong. Remaja putri dengan pola makan yang buruk memiliki risiko mengalami anemia 9,6 kali lebih besar (odds ratio = 9,6) dibandingkan dengan remaja putri yang memiliki pola makan baik.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | Anemia, FFQ, Hemoglobin, Pola Makan, Remaja Putri |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan kebidanan > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 01 Jul 2026 03:03 |
| Last Modified: | 01 Jul 2026 03:03 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/22533 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
