Warjayati, Emirita Ratiana (2026) ASUHAN BERKESINAMBUNGAN PADA NY. S USIA 24 TAHUN G1P0AB0AH0 USIA KEHAMILAN 38 MINGGU DENGAN OLIGOHIDRAMNION DI PUSKESMAS MINGGIR. Laporan-Coc thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.

Text (AWAL)
AWAL (1).pdf

Download (449kB)
Text (SINOPSIS)
SINOPSIS.pdf

Download (200kB)
Text (CHAPTER 1)
BAB 1 (1).pdf

Download (277kB)
Text (CHAPTER 2)
BAB 2 (1).pdf

Download (505kB)
Text (CHAPTER 3)
BAB 3 (2).pdf
Restricted to Registered users only

Download (328kB) Request a copy
Text (CHAPTER 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (264kB) Request a copy
Text (REFERENCES)
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (271kB)
Text (APPENDICES)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) Request a copy
Official URL: https://poltekkesjogja.ac.id

Abstract

Angka kematian ibu (AKI) sebagai salah satu indikator kesehatan ibu. AKI merupakan salah satu indikator untuk melihat keberhasilan upaya kesehatan ibu. Menurut data Profil Kesehatan Indonesia 2023, Secara umum terjadi penurunan kematian ibu selama periode 1991-2020 dari 390 menjadi 189 per 100.000 kelahiran hidup. Sementara itu target SDGs 2030, mengurangi rasio angka kematian ibu hingga kurang dari 70 per 100.000 kelahiran hidup dan menurunkan Angka kematian neonatal setidaknya hingga 12 per 1000 kelahiran hidup. Oleh karena itu diperlukan upaya upaya percepatan penurunan AKI. Penyebab kematian ibu terbagi menjadi dua kategori utama, yaitu penyebab langsung dan tidak langsung. Penyebab langsung adalah faktor-faktor yang secara langsung terkait dengan masalah medis, terutama komplikasi obstetrik yang terjadi selama masa kehamilan, persalinan, dan masa nifas (setelah melahirkan). Sedangkan salah satu penyebab kematian dari adanya komplikasi/penyulit Menurut World Health Organization (WHO) komplikasi yang terjadi pada kehamilan diantaranya adalah oligohidramnion. Oligohidramnion berkontribusi secara bermakna terhadap morbiditas dan mortalitas perinatal di semua tingkatan. Kondisi ini berkaitan erat dengan peningkatan risiko gawat janin, kompresi tali pusat, hipoplasia paru, intrauterine growth restriction (IUGR), asfiksia neonatorum, dan kematian janin intrauterin. Pada saat kunjungan ANC ditemukan ibu mengatakAn gerakan janin berkurang dirujuk ke RS dan pada saat pemeriksaan di RS didapatkan hasil USG ibu mengalami oligohidramnion dan direncanakan untuk dilakukan persalinan di RS. Pada tanggal 09 Maret 2026 Ny. S bersalin secara spontan dengan induksi. Ny. S bersalin di RS Queen Latifa. Selama masa nifas tidak terjadi komplikasi namun pada pendampingan pertama ibu mengeluhkan nyeri dan mules pada perut ketika sedang menyusui bayinya, dan nyeri pada luka perineum. Bayi lahir dengan berat 3080 gram cukup bulan tanpa adanya komplikasi. Pemantauan keadaan ibu dan v bayi dilakukan melalui kunjungan nifas dan kunjungan neonatus yang dilakukan melalui whatshapp dan kunjungan rumah untuk memastikan ibu dan bayi dalam keadaan sehat. Kesimpulan dari asuhan ini adalah ibu hamil primigravida aterm dengan oligohidramnion di puskesmas Minggir. Saran untuk bidan agar dapat meningkatkan kualitas asuhan berkesinambungan dengan cara memantau kesehatan ibu dan janin secara ketat dan konseling yang intensif sehingga bisa mendeteksi adanya komplikasi sedini mungkin.

Item Type: Thesis (Laporan-Coc)
Kata Kunci/Keyword Abstrak: COC, Kehamilan, Oligohidramnion, Persalinan Induksi
Subjects: R Medicine > RG Gynecology and obstetrics
R Medicine > RT Nursing
Divisions: Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan kebidanan > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan, Pendidikan Profesi Bidan
Depositing User: Mahasiswa Polkesyogya
Date Deposited: 01 Jul 2026 03:10
Last Modified: 01 Jul 2026 03:10
URI: http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/22280

Actions (login required)

View Item View Item