Wulandari, Rachma Rizky (2026) ASUHAN BERKESINAMBUNGAN PADA NY.F G3P1A1 USIA KEHAMILAN 36 MINGGU 1 HARI DENGAN ANEMIA RINGAN DI PUSKESMAS KLIRONG I KEBUMEN. Laporan-Coc thesis, UNSPECIFIED.
|
Text
COVER DAN HALAMAN JUDUL.pdf Download (454kB) |
|
Text
AWAL.pdf Download (1MB) |
|
Text
ABSTRACT.pdf Download (197kB) |
|
Text
CHAPTER1.pdf Download (306kB) |
|
Text
CHAPTER2.pdf Download (799kB) |
|
Text
CHAPTER3.pdf Download (391kB) |
|
Text
CHAPTER4.pdf Download (249kB) |
|
Text
REFERENCES.pdf Download (340kB) |
|
Text
APPENDICES.pdf Download (2MB) |
Abstract
Asuhan kebidanan Continuity of Care (COC) dilaksanakan pada Ny. F usia 27 tahun G3P1A1 dengan anemia ringan di wilayah kerja Puskesmas Klirong I. Asuhan dilakukan secara berkesinambungan mulai dari pengkajian keluarga, masa kehamilan, persalinan, nifas, neonatus, hingga keluarga berencana. Pada masa kehamilan, Ny. F mengalami anemia ringan dengan kadar hemoglobin 10,1 g/dL pada usia kehamilan 35 minggu yang ditandai dengan keluhan mudah lelah, lemas, dan pusing. Asuhan yang diberikan meliputi edukasi mengenai anemia, pemantauan kondisi ibu dan janin, pemberian tablet MMS, tablet Fe, vitamin C, konseling nutrisi tinggi zat besi, serta persiapan persalinan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan kadar hemoglobin menjadi 11,2 g/dL menjelang persalinan. Persalinan berlangsung pada usia kehamilan 38 minggu 4 hari secara spontan pervaginam di Puskesmas Klirong I. Bayi lahir spontan, menangis kuat, gerakan aktif, jenis kelamin laki-laki dengan berat badan lahir 3100 gram dan panjang badan 48 cm. Persalinan berlangsung normal dengan laserasi perineum derajat II yang telah ditangani sesuai standar. Pada masa nifas, ibu mengalami bendungan payudara pada hari ketiga postpartum yang ditandai dengan payudara bengkak, nyeri, dan terasa keras. Asuhan diberikan berupa edukasi perawatan payudara, kompres hangat dan dingin, serta anjuran menyusui secara sering dan on demand. Kondisi ibu membaik pada kunjungan berikutnya dan tidak ditemukan komplikasi nifas lainnya. Pada masa neonatus, bayi mendapatkan pelayanan esensial bayi baru lahir berupa Inisiasi Menyusu Dini (IMD), pemberian vitamin K, salep mata, imunisasi Hepatitis B dosis nol, serta edukasi perawatan tali pusat. Pada hari ketiga bayi mengalami ikterus fisiologis yang ditangani melalui pemantauan kondisi bayi dan peningkatan frekuensi pemberian ASI. Kondisi bayi tetap baik dan tidak ditemukan tanda bahaya. Asuhan keluarga menunjukkan adanya faktor risiko berupa kebiasaan merokok pada suami yang berpotensi menimbulkan paparan asap rokok pada ibu dan anak. Edukasi mengenai bahaya asap rokok dan pentingnya lingkungan bebas asap rokok telah diberikan kepada keluarga. Pada masa nifas juga dilakukan konseling keluarga berencana dan pasangan memutuskan menggunakan kontrasepsi IUD sebagai metode kontrasepsi pascasalin. Pelaksanaan asuhan kebidanan Continuity of Care pada Ny. F berjalan dengan baik dan menunjukkan bahwa pelayanan kebidanan yang komprehensif, berkesinambungan, dan berpusat pada keluarga dapat membantu mendeteksi masalah secara dini, mencegah komplikasi, serta meningkatkan kesehatan ibu, bayi, dan keluarga.
| Item Type: | Thesis (Laporan-Coc) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RG Gynecology and obstetrics R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan kebidanan > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan, Pendidikan Profesi Bidan |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 18 Aug 2026 06:53 |
| Last Modified: | 18 Aug 2026 06:53 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/22012 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
