Fitria, Linda (2026) ASUHAN KEBIDANAN BERKESINAMBUNGAN PADA NY. F USIA 22 TAHUN G1P0AB0AH0 UMUR KEHAMILAN 38 MINGGU +3 HARI DI PUSKESMAS PANDAK I BANTUL. Laporan-Coc thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
|
Text (Cover)
COVER.pdf Download (207kB) |
|
Text (Awal)
AWAL.pdf Download (525kB) |
|
Text (abstract)
1. Abstract.pdf Download (218kB) |
|
Text (Appendices)
2. Appendices.pdf Download (1MB) |
|
Text (Chapter 1)
4. Chapter 1.pdf Download (258kB) |
|
Text (Chapter 2)
5. Chapter 2.pdf Download (576kB) |
|
Text (Chapter 3)
6. Chapter 3.pdf Download (383kB) |
|
Text (Chapter 4)
7. Chapter 4.pdf Download (247kB) |
|
Text (References)
8. References.pdf Download (228kB) |
Abstract
Asuhan Continuity of Care (COC) pada Ny. F usia 22 tahun G1P0A0AH0 mulai dari masa kehamilan trimester III, persalinan, bayi baru lahir, neonatus, nifas, hingga pelayanan keluarga berencana di Puskesmas Pandak I dan RS UII Bantul. Asuhan dilakukan secara berkesinambungan untuk memantau kondisi ibu dan bayi, mendeteksi dini komplikasi, serta memberikan pelayanan kebidanan sesuai standar. Pada masa kehamilan, Ny. F menjalani kunjungan antenatal pada usia kehamilan 38 minggu + 3 hari dan 38 minggu + 5 hari. Hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi umum ibu dan janin dalam keadaan baik dengan presentasi kepala, DJJ normal, serta ditemukan anemia ringan dengan kadar Hb 10,0 gr%. Ibu juga mengalami ketidaknyamanan trimester III berupa nyeri punggung dan kontraksi palsu (Braxton Hicks). Selain pemeriksaan fisik, diberikan edukasi mengenai tanda bahaya kehamilan, tanda persalinan, persiapan persalinan, dukungan psikologis, serta kebutuhan nutrisi dan istirahat menjelang persalinan. Pada masa persalinan, Ny. F datang ke rumah sakit dengan keluhan kontraksi semakin sering, keluar lendir darah, dan cairan dari jalan lahir. Berdasarkan indikasi medis dan rencana sebelumnya, persalinan dilakukan secara sectio caesarea pada tanggal 13 Maret 2026 di RS UII Bantul. Operasi berlangsung lancar tanpa komplikasi. Bayi lahir spontan melalui tindakan SC dengan jenis kelamin laki-laki, berat badan 3200 gram, panjang badan 50 cm, segera menangis kuat, bergerak aktif, dan tidak mengalami asfiksia. Asuhan bayi baru lahir dilakukan sesuai standar pelayanan neonatal esensial, meliputi pengeringan dan menjaga kehangatan bayi, pemotongan dan perawatan tali pusat steril, pemberian vitamin K1, salep mata antibiotik, serta observasi adaptasi bayi terhadap kehidupan ekstrauterin. Kondisi bayi dalam keadaan sehat dan dilakukan rawat gabung bersama ibu untuk mendukung bounding attachment dan keberhasilan ASI eksklusif. Asuhan neonatus dilakukan melalui tiga kali kunjungan KN1, KN2, dan KN3. Selama masa neonatus, bayi menunjukkan pertumbuhan dan perkembangan yang baik, menyusu kuat, aktif, serta tidak ditemukan tanda bahaya seperti demam, sesak napas, kejang, maupun ikterus. Edukasi diberikan kepada ibu mengenai perawatan tali pusat, menjaga kehangatan bayi, pemberian ASI eksklusif, imunisasi dasar, serta tanda bahaya neonatus. Pada masa nifas dilakukan kunjungan KF1, KF2, dan KF3 untuk memantau kondisi ibu pasca operasi sectio caesarea. Hasil pemeriksaan menunjukkan proses involusi uterus berjalan normal, lochea sesuai masa nifas, luka operasi dalam keadaan bersih dan kering, serta tidak ditemukan tanda infeksi maupun perdarahan abnormal. Ibu juga mampu memberikan ASI secara lancar. Asuhan yang diberikan meliputi pemantauan tanda vital, edukasi mobilisasi dini, personal hygiene, nutrisi, perawatan luka operasi, pemberian ASI eksklusif, serta konseling tanda bahaya masa nifas. Pada akhir asuhan, Ny. F mendapatkan pelayanan keluarga berencana dan memilih menggunakan kontrasepsi suntik 3 bulan (DMPA). Ibu telah diberikan konseling mengenai cara kerja, efektivitas, keuntungan, efek samping, serta jadwal kunjungan ulang kontrasepsi. Secara keseluruhan, asuhan kebidanan komprehensif yang diberikan pada Ny. F berjalan dengan baik, tidak ditemukan komplikasi pada ibu maupun bayi, serta mampu meningkatkan kesiapan ibu dalam menjalani masa kehamilan, persalinan, nifas, perawatan bayi, dan penggunaan kontrasepsi. Kesimpulan : Setelah dilakukan asuhan kebidanan secara berkesinambungan kondisi Ny. F dalam menjalani proses kehamilan, persalinan, nifas dan pelayanan alat kontrasepsi KB adalah baik serta kondisi bayi Ny F dalam keadaan sehat.
| Item Type: | Thesis (Laporan-Coc) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | Continuity of care(COC),Anemia,KEK |
| Subjects: | R Medicine > RG Gynecology and obstetrics |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan kebidanan > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan, Pendidikan Profesi Bidan |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 18 Aug 2026 06:09 |
| Last Modified: | 18 Aug 2026 06:09 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/21965 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
