Muhamad Fachri Novridho (2026) GAMBARAN PENERAPAN INDONESIAN DIAGNOSIS RELATED GROUPS (IDRG) DENGAN METODE TECHNOLOGY READINESS INDEX (TR) DI RSUD KOTA YOGYAKARTA. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
|
Text
Awal.pdf Download (862kB) |
|
Text
Abstract.pdf Download (18kB) |
|
Text
Chapter 1.pdf Download (151kB) |
|
Text
Chapter 2.pdf Download (160kB) |
|
Text
Chapter 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (82kB) |
|
Text
Chapter 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
Text
Conclusion.pdf Download (46kB) |
|
Text
References.pdf Download (118kB) |
|
Text
Appendices.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Latar Belakang: Peralihan sistem klaim JKN dari INA-CBG ke iDRG membawa perubahan besar pada proses pengkodean diagnosis di rumah sakit. PMIK bagian koder dituntut beradaptasi dengan sistem yang lebih kompleks, sementara selama masa transisi harus mengoperasikan dua fitur koding (iDRG dan INA-CBG) sekaligus. Kondisi ini berpotensi menimbulkan beban kerja, keraguan pengkodean, hingga risiko kesalahan klaim yang berdampak pada pendapatan rumah sakit. Oleh karena itu, perlu adanya gambaran penerapan iDRG terhadap pengguna di RSUD Kota Yogyakarta. Tujuan: Mengetahui gambaran penerapan iDRG berdasarkan aspek optimism, innovativeness, insecurity, dan discomfort pada PMIK bagian koder. Metode: Penelitian kualitatif dengan desain studi kasus melalui wawancara dan observasi terhadap 4 informan dan 1 triangulasi di Instalasi Penjaminan RSUD Kota Yogyakarta. Hasil: Pada aspek optimism, koder bersikap positif karena iDRG meningkatkan spesifisitas klaim dan terbantu fitur One Click Claim serta integrasi SMARTA dan e-Claim, meski belum efisien akibat dua fitur koding (iDRG dan INA-CBG). Pada aspek innovativeness, koder aktif belajar melalui seminar, pedoman iDRG, yaitu ICS, dan forum koder meski awalnya menunggu arahan. Pada aspek insecurity, sistem dinilai cukup aman namun terdapat keraguan pengkodean, kekhawatiran gagal kirim data, dan perlunya verifikasi manual. Pada aspek discomfort, koder merasa terbebani kompleksitas pedoman ICS, penambahan kode IM, alur kerja yang lebih panjang, kurang percaya diri, dan gangguan sistem. Kesimpulan: Koder bersikap positif meski dalam masa transisi (optimism), aktif belajar meski awalnya pasif (innovativeness), mengalami keraguan dan kekhawatiran gangguan sistem (insecurity), serta merasa terbebani kompleksitas sistem dan dua fitur koding (iDRG dan INA-CBG) (discomfort).
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | BPJS, iDRG, RSUD Kota Yogyakarta, Technology Readiness Index. |
| Subjects: | Z Bibliography. Library Science. Information Resources > ZA Information resources > ZA4050 Electronic information resources |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan kebidanan > Program Studi DIII Rekam Medis dan Informasi Kesehatan |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 10 Jul 2026 02:43 |
| Last Modified: | 10 Jul 2026 02:43 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/21948 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
