Puspita, Fina Intan (2025) ASUHAN GIZI TERSTANDAR LANSIA HOMECARE DENGAN XEROSTOMIA PASCA TERAPI KANKER NASOFARING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEYEGAN. Tugas Akhir Dietisien thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
|
Text (Cover)
Awal.pdf Download (2MB) |
|
Text (Abstract)
Abstract.pdf Download (216kB) |
|
Text (BAB I)
CHAPTER 1.pdf Download (261kB) |
|
Text (BAB II)
CHAPTER 2.pdf Download (284kB) |
|
Text (BAB III)
CHAPTER 3.pdf Restricted to Registered users only Download (293kB) |
|
Text (BAB IV)
CHAPTER 4.pdf Restricted to Registered users only Download (409kB) |
|
Text (Consclusion)
CONCLUSION.pdf Download (253kB) |
|
Text (References)
REFERENCES.pdf Download (178kB) |
|
Text (Appendices)
APPENDICES.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
Text (Full text)
FINA INTAN PUSPITA_P71313124009.pdf Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
Latar Belakang: Pasien kanker nasofaring yang menjalani terapi radiasi atau kemoterapi dapat mengalami xerostomia yang menyebabkan kesulitan menelan serta keterbatasan pemilihan makan. Kondisi ini meningkatkan risiko malnutrisi, terutama pada lansia, sehingga diperlukan intervensi gizi yang dapat membantu meningkatkan pemahaman serta kemampuan pasien dalam memilih makanan sesuai kondisi. Tujuan: Mengetahui dan menerapkan asuhan gizi terstandar homecare pada lansia dengan xerostomia pasca terapi kanker nasofaring di wilayah kerja Puskesmas Seyegan. Metode: Skrining gizi menggunakan MNA-SF menunjukkan skor 9 (berisiko malnutrisi). Berat badan awal subjek adalah 44 kg dengan IMT 15,97 kg/m² (kurus). Asupan awal menunjukkan energi normal, protein defisit ringan, serta lemak dan natrium berlebih. Intervensi dilakukan melalui edukasi diet TETP, penggantian bumbu mi instan dengan kaldu menggunakan bumbu serta rempah, dan demonstrasi pembuatan ONS dengan bahan yang mudah dijangkau. Hasil: Setelah tiga hari intervensi, subjek menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap pemilihan makanan, peningkatan asupan protein, serta penurunan asupan lemak dan natrium. Penerimaan subjek baik terhadap ONS serta tidak mengalami keluhan gastrointestinal. Hasil follow up juga menunjukkan subjek masih menerapkan ONS sesuai edukasi yang diberikan. Akan tetapi, tidak terjadi peningkatan berat badan secara signifikan. Kesimpulan: Edukasi dan demonstrasi ONS efektif meningkatkan variasi konsumsi, menurunkan asupan lemak dan natrium, serta mendukung pemenuhan gizi pasien kanker lansia dengan xerostomia. Kata Kunci: kanker nasofaring, xerostomia, ONS.
| Item Type: | Thesis (Tugas Akhir Dietisien) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | kanker nasofaring, xerostomia, ONS |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RA Public aspects of medicine R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Gizi > Program Studi Pendidikan Profesi Dietisien |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 03 Jul 2026 03:31 |
| Last Modified: | 03 Jul 2026 03:31 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/21488 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
