Winanda, Nadya Dwi (2025) GAMBARAN KARIES DAN KEBIASAAN KONSUMSI PERMEN PADA ANAK PRASEKOLAH KELUARGA PEDESAAN DAN PERKOTAAN. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
|
Text (Cover)
Cover.pdf Download (191kB) |
|
Text (Awal)
Awal.pdf Download (1MB) |
|
Text (Abstract)
Abstract.pdf Download (124kB) |
|
Text (Chapter 1)
Chapter 1.pdf Download (144kB) |
|
Text (Chapter 2)
Chapter 2.pdf Download (528kB) |
|
Text (Chapter 3)
Chapter 3.pdf Restricted to Registered users only Download (578kB) Request a copy |
|
Text (Chapter 4)
Chapter 4.pdf Restricted to Registered users only Download (790kB) Request a copy |
|
Text (Conclusion)
Conclusion.pdf Download (252kB) |
|
Text (References)
References.pdf Download (269kB) |
|
Text (Appendices)
Appendices.pdf Restricted to Registered users only Download (716kB) Request a copy |
Abstract
GAMBARAN KARIES DAN KEBIASAAN KONSUMSI PERMEN PADA ANAK PRASEKOLAH KELUARGA PEDESAAN DAN PERKOTAAN Nadya Dwi Winanda1, Eldarita2, Sutrisno3 1,2,3Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Yogyakarta Jl. Kyai Mojo No. 56, Pingit, Yogyakarta, 55243 Email: nadyadwiwinanda@gmail.com ABSTRAK Latar Belakang: Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 menunjukkan prevalensi karies pada anak usia 5-6 tahun mencapai 48,4%. Salah satu penyebab utama karies adalah kebiasaan konsumsi makanan manis seperti permen. Data Riskesdas tahun 2018 menunjukkan 50% anak usia 3–4 tahun di Indonesia mengonsumsi makanan manis lebih dari sekali per hari, dan 61,3% penduduk usia ≥3 tahun memiliki pola konsumsi serupa. Faktor lingkungan seperti perbedaan antara pedesaan dan perkotaan memengaruhi kebiasaan konsumsi permen serta tingkat kejadian karies gigi anak prasekolah. Tujuan Penelitan: Diketahuinya gambaran karies dan kebiasaan konsumsi permen pada anak prasekolah dalam keluarga pedesaan dan perkotaan. Metode Penelitian: Penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 96 anak. Sampel terdiri dari 68 anak usia 3–6 tahun, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dan pemeriksaan gigi menggunakan indeks def-t, def-s, dan kedalaman karies. Hasil penelitian disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan tabulasi silang. Hasil Penelitian: Di pedesaan 61,8% anak mengonsumsi permen ≥3 kali per hari, 47,1% memiliki decay def-t kategori banyak, 61,8% def-s kategori sedang, dan didominasi kedalaman karies lapisan dentin. Sebagian besar tidak diawasi saat konsumsi dan tidak menyikat gigi setelahnya. Di perkotaan 55,9% anak mengonsumsi permen <3 kali per hari, 41,2% memiliki decay def-t kategori sedang, 52,9% def-s kategori sedang, dan sebagian besar kedalaman karies pada lapisan email. Orang tua cenderung memberi pengawasan dan membiasakan kebersihan mulut. Kesimpulan: Anak prasekolah di pedesaan lebih sering mengonsumsi permen dan mengalami karies yang lebih parah dibandingkan di perkotaan. Kata Kunci: Karies, Permen, Anak Prasekolah, Keluarga
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | Kata Kunci: Karies, Permen, Anak Prasekolah, Keluarga |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Keperawatan Gigi > Program Studi DIII Keperawatan Gigi |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 25 Feb 2026 04:12 |
| Last Modified: | 25 Feb 2026 04:12 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/20988 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
