Aini, Shafira Nur (2025) GAMBARAN KENAIKAN BERAT BADAN BADUTA SEBAGAI INDIKASI GEJALA STUNTED DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANTUL 2, KABUPATEN BANTUL. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
Text
FILE 1 - AWAL.pdf Download (842kB) |
Text
FILE 2 - ABSTRAK.pdf Download (191kB) |
Text
FILE 3 - CHAPTER 1.pdf Download (189kB) |
Text
FILE 4 - CHAPTER 2.pdf Restricted to Registered users only Download (257kB) |
Text
FILE 5 - CHAPTER 3.pdf Restricted to Registered users only Download (220kB) |
Text
FILE 6 - CHAPTER 4.pdf Restricted to Registered users only Download (341kB) |
Text
FILE 7 - CONCLUSION.pdf Download (149kB) |
Text
FILE 8 - REFRENCES.pdf Download (186kB) |
Text
FILE 9 - APPENDICES.pdf Restricted to Registered users only Download (840kB) |
Text
FULL.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Latar Belakang : Stunting merupakan kondisi dimana Panjang atau tinggi badan bayi lebih pendek dari usianya. Prevalensi stunting di Kabupaten Bantul mengalami kenaikan dari 6,42% pada tahun 2022 menjadi 6,45 % pada tahun 2023. Tujuan : Mengetahui gambaran kenaikan berat badan baduta sebagai indikasi gejala stunted di wilayah kerja Puskesmas Bantul 2, Kabupaten Bantul Metode : Penelitian deskriptif dengan metode cross-sectional. Subjek penelitian adalah baduta stunting sebanyak 32 orang. Penelitian ini dilakukan pada November 2024 sampai April 2025, dengan menggunakan data sekunder dari EPPBGM Puskesmas. Analisa menggunakan distribusi frekuensi. Hasil : Baduta stunting sebagaian besar berusia 20-23 bulan sebanyak 15 orang yaitu 46,9%, sebagian besar baduta stunting berjenis kelamin laki-laki sebanyak 20 orang yaitu 62,5%. Berdasarkan frekuensi penimbangan baduta stunting selama 12 bula terakhir sebagian besar baduta stunting dengan frekuensi penimbangan selama 10x dalam 12 bulan terakhir sebanyak 12 orang yaitu 68,8%. Berdasarkan Frekuensi Tidak Naik Berat Badan (T) Baduta Stunting Dalam 12 Bulan Terakhir sebagian besar baduta stunting dengan frekuensi tidak naik berat badan 5-10x sebanyak 27 orang dengan persentase sebesar 84,4%. Kesimpulan : Baduta dengan frekuensi tidak naik berat badan diatas 5x baik berturut-turut maupun tidak berisiko tinggi terhadap stunting. Kata Kunci : Kenaikan Berat Badan, Baduta, Gejala Stunting
Item Type: | Thesis (Diploma) |
---|---|
Kata Kunci/Keyword Abstrak: | Kenaikan Berat Badan, Baduta, Gejala Stunting |
Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Gizi > Program Studi DIII Gizi |
Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
Date Deposited: | 28 Aug 2025 03:36 |
Last Modified: | 28 Aug 2025 03:36 |
URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/20821 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |