Yadya, Nahiza (2025) PENGARUH TERAPI SPIRITUALITAS MUROTTAL TERHADAP PENURUNAN POST TRAUMATIC STRESS DISORDER PADA REMAJA DI PANTI ASUHAN BIMA BHAKTI. Skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
|
Text (COVER)
COVER dan HALAMAN JUDUL.pdf Download (564kB) |
|
Text (ABSTRAK)
Abstrak.pdf Download (190kB) |
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf Download (258kB) |
|
Text (BAB II)
BAB II .pdf Restricted to Registered users only Download (359kB) |
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (410kB) |
|
Text (BAB IV)
BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (341kB) |
|
Text (BAB V)
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (161kB) |
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (199kB) |
|
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
Abstract
Latar Belakang : Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) adalah gangguan psikologis akibat peristiwa traumatis yang juga dialami remaja di panti asuhan. Terapi spiritualitas murottal merupakan metode komplementer berbasis keagamaan yang dipercaya dapat menurunkan stres dan kecemasan, namun penelitian terkait efeknya terhadap PTSD pada remaja masih terbatas. Tujuan : Mengetahui adanya pengaruh dari penerapan Terapi Spiritualitas Murottal terhadap Penurunan Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) pada remaja di Panti Asuhan Bima Bhakti Yogyakarta. Metode : Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment pre test dan post test with control group design yang melibatkan dua kelompok yaitu kelompok intervensi yang menerima terapi spiritualitas murottal dan kelompok kontrol menerima terapi dzikir. Jumlah responden 52 orang yang dipilih menggunakan purposive sampling. Instrument penelitian ini menggunakan kuesioner Post traumatic Stress Disorder Checklist for DSM-5 (PCL-5). Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon dan Uji Mann Whitney. Hasil : Tingkat Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) responden pada kelompok intervensi sebelum intervensi mayoritas mengalami PTSD sedang (46,1%). Setelah diberikan intervensi, tingkat PTSD menurun dalam kategori PTSD ringan (76,9%). Pada kelompok kontrol, sebelum intervensi mayoritas responden mengalami kecemasan ringan (60,5%). Setelah diberikan intervensi, sebagian besar responden tetap dalam kategori kecemasan ringan (73%). Setelah dilakukan uji statistik menggunakan Uji Mann-Whitney menunjukkan bahwa tingkat PTSD remaja pada kelompok intervensi tidak terdapat penurunan PTSD yang signifikan. Maka dari itu terapi spiritualitas sebaiknya dikombinasikan dengan mentadaburi ayat-ayat Al-Qur'an. Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara terapi spiritualitas murottal dalam menurunkan Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) pada remaja. Kata Kunci : Post Traumatic Stress Disorder, Terapi Spiritualitas Murottal, Remaja, Panti Asuhan
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | Post Traumatic Stress Disorder, Terapi Spiritualitas Murottal, Remaja, Panti Asuhan |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Keperawatan > Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan, Pendidikan Profesi Ners |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 21 May 2026 04:43 |
| Last Modified: | 21 May 2026 04:43 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/20638 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
