Mutiara Sany, Nadia (2025) PROSES ASUHAN GIZI TERSTANDAR PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DENGAN HIPERGLIKEMIA, VOMITUS PROFUSE, DAN LOW INTAKE DI BANGSAL SUMBADRA RSUD BAGAS WARAS KABUPATEN KLATEN. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.

Text (Awal)
Awal.pdf

Download (653kB)
Text (Abstract)
Abstract.pdf

Download (186kB)
Text (Chapter 1)
Chapter 1.pdf

Download (196kB)
Text (Chapter 2)
Chapter 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (314kB)
Text (Chapter 3)
Chapter 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (217kB)
Text (Chapter 4)
Chapter 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (397kB)
Text (Conclusion)
Conclusion.pdf

Download (127kB)
Text (References)
References.pdf

Download (184kB)
Text (Appendices)
Appendices.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

Latar Belakang : Prevalensi Diabetes Melitus (DM) terus meningkat secara global dan nasional. WHO memprediksi jumlah penderita DM mencapai 21,3 juta pada 2030, sementara IDF memperkirakan 16,7 juta pada 2045. Di Indonesia, prevalensi DM meningkat dari 2,0% (2018) menjadi 2,2% (2023), termasuk di Jawa Tengah dari 2,1% menjadi 2,3%. Ketidakstabilan glukosa darah, mual, muntah, dan penurunan asupan merupakan gejala umum pada pasien DM Tipe 2. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko malnutrisi dan memperburuk status gizi pasien. Oleh karena itu, diperlukan Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT) untuk membantu menstabilkan kondisi metabolik, meningkatkan asupan, dan mempercepat pemulihan pasien dengan DM Tipe 2 disertai hiperglikemia, muntah profus, dan low intake. Tujuan: Mengetahui penatalaksanaan Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT) pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II dengan Hiperglikemia, Vomitus Profuse dan Low Intake di Rumah Sakit Umum Daerah Bagas Waras Kabupaten Klaten. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan desain studi kasus dan bersifat deskriptif. Hasil: Dari hasil skrining gizi menggunakan formulir MNA, pasien beresiko malnutrisi. Status gizi pasien, yang ditentukan oleh persentil lingkar lengan atas termasuk dalam kategori gizi baik. Analisis biokimia menunjukkan bahwa leukosit dan GDS pasien dalam kategori tinggi sedangkan hemoglobin, SGOT, dan SGPT pasien berada dalam kategori normal. Pemeriksaan fisik menunjukkan bahwa pasien dalam keadaan composmentis. Pemeriksaan klinis menunjukkan tekanan darah tinggi, nadi normal, pernapasan normal, dan suhu normal. Asupan Recall 24 jam pasien termasuk dalam kategori kurang. Intervensi yang diberikan adalah DM 1500 kkal, diet lambung, dan diet rendah natrium/garam dengan bentuk lunak dan frekuensi tiga kali makan dan dua kali camilan. Asupan makanan pasien meningkat, keluhan fisik berkurang, dan kadar gula darah belum normal, sesuai dengan hasil evaluasi dan pemantauan biokimia.. Kesimpulan: Hasil penelitian ini dapat diketahu bahwa pasien beresiko malnutrisi dengan status gizi tergolong dalam gizi baik. Pemeriksaan biokimia didapat hasil GDP dan GD2PP belum stabil. Keadaan fisik composentis, lemah, dan keluhan membaik. Selama dilakukan monitoring dan evaluasi asupan makan meningkat. Kata Kunci: Proses Asuhan Gizi Terstandar, Diabetes Melitus Tipe II, Hiperglikemia, Vomitus Profuse, Low Intake.

Item Type: Thesis (Diploma)
Kata Kunci/Keyword Abstrak: Proses Asuhan Gizi Terstandar, Diabetes Melitus Tipe II, Hiperglikemia, Vomitus Profuse, Low Intake.
Subjects: R Medicine > RB Pathology
Divisions: Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Gizi > Program Studi DIII Gizi
Depositing User: Mahasiswa Polkesyogya
Date Deposited: 21 May 2026 03:49
Last Modified: 21 May 2026 03:49
URI: http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/20426

Actions (login required)

View Item View Item