Maharani, Nathasya Anggieta (2025) HUBUNGAN KEBERADAAN RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) TERHADAP KADAR DEBU PADA UDARA AMBIEN DI KOTA YOGYAKARTA. Skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
|
Text
Awal.pdf Download (989kB) |
|
Text (Abstract)
Abstract.pdf Download (168kB) |
|
Text (Chapter 1)
Chapter 1.pdf Download (152kB) |
|
Text (Chapter 2)
Chapter 2.pdf Restricted to Registered users only Download (216kB) Request a copy |
|
Text (Chapter 3)
Chapter 3.pdf Restricted to Registered users only Download (180kB) Request a copy |
|
Text (Chapter 4)
Chapter 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (709kB) Request a copy |
|
Text (Conclusion)
Conclusion.pdf Download (64kB) |
|
Text (References)
References.pdf Download (215kB) |
|
Text (Appendices)
Appendices.pdf Download (1MB) |
|
Text (NATHASYA ANGGIETA MAHARANI_P07133221044_SKRIPSI FIX)
NATHASYA ANGGIETA MAHARANI_P07133221044.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) Request a copy |
Abstract
Latar Belakang : Cemaran kadar debu di Kota Yogyakarta mencapai 60 μg/m3 termasuk melebihi peraturan yang telah ditetapkan. Ruang Terbuka Hijau dapat mereduksi polutan (kadar debu) di kawasan perkotaan sebesar 5 %-69 %. Ruang Terbuka Hijau di Kota Yogyakarta hanya memiliki luasan sekitar 18,6% dan dikategorikan belum memenuhi standar yang sudah ditetapkan. Hal ini disebabkan oleh konversi lahan terbuka menjadi kawasan bangunan. Tujuan : Untuk mengetahui sebaran kadar debu dan hubungan keberadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) terhadap kadar debu pada udara ambien di Kota Yogyakarta Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Jumlah obyek penelitian sebanyak 20 sampel pada masing-masing kelompok. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah keberadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Variabel terikat penelitian ini yaitu konsentrasi kadar debu pada udara ambien. Hasil : Rata-rata konsentrasi kadar debu di kawasan non RTH sebesar 0,0728 gram/m3 dan cenderung lebih tinggi dibanding konsentrasi kadar debu di kawasan RTH yang sebesar 0,0198 gram/m3 dan tergolong melebihi baku mutu yang telah ditetapkan. Berdasarkan Independent Samples t-Test diperoleh hasil Asym Sig 0,000 (<0,05) yang artinya terdapat perbedaan rerata konsentrasi kadar debu pada kelompok non RTH dan kelompok RTH. Kesimpulan : Tingginya kadar debu di kawasan non RTH lebih tingi daripada di kawasan RTH dikarenakan keberadaan vegetasi di RTH melalui proses penangkapan debu yaitu penjerapan (adsorpsi) dan penyerapan (absorpsi). Secara statistik terdapat hubungan yang signifikan antar kelompok kadar debu di kawasan non RTH dan kawasan RTH. Kata kunci : Pencemaran udara, kadar debu, RTH, pemetaan
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | Pencemaran udara, kadar debu, RTH, pemetaan |
| Subjects: | T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Kesehatan Lingkungan > Program Studi Sarjana Terapan Sanitasi Lingkungan |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 20 May 2026 07:45 |
| Last Modified: | 20 May 2026 07:45 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/20311 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
