DEWI SEPSIANA (2022) ASUHAN BERKESINAMBUNGAN PADA NY T USIA 36 TAHUN G3P1A1 DENGAN RIWAYAT ABORTUS DAN ANEMIA DI PUSKESMAS BAYAN, KABUPATEN PURWOREJO. Skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.

Text
DEWI SEPSIANA _ TUGAS AKHIR.docx

Download (1MB)
Official URL: http://poltekkesjogja.ac.id

Abstract

Status gizi dan Kesehatan ibu pada masa pra-hamil, saat kehamilan dan saat menyusui merupakan periode yang sangat penting menentukan kualitas sumber daya manusia nantinya. Namun sampai saat ini masih banyak ibu hamil yang mengalami masalah gizi khususnya gizi kurang seperti Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan anemagizi. Hasil SKRT menunjukan bahwa 41% ibu hamil menderita KEK dan 51% yang menderita anemia sebesar 50,9 % mempunyai kecenderungan melahirkan bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Untuk mencegah hal tersebut perlu adanya asuhan kebidanan yang berkesinambungan/ Contonuity Of Care (COC) dari masa kehamilan, persalinan, BBL/neonates, nifas dan KB Pada kasus ini, penulis tertarik mengambil kasus pada pertemuan pertama Ny T usia 36 tahun dengan riwayat abortus dan tanda gejala mengalami anemia. Asuhan kebidanan kehamilan ditujukan untuk mengatasi dan meminimalkan komplikasi akibat Anemia. Resiko kejadian BBLR dan komplikasi lain dapat tertangani akibat resiko Anemia tidak terjadi. Terdapat kesenjangan antara teori dengan praktik dilahan dimana tidak dilakukan pemeriksaan Eritrosit dan Hematokrit. Asuhan persalinan berlangsung spontan dan fisiologis dengan adanya laserasi derajat dua. Pada BBL/neonatus dilakukan asuhan secara fisiologis. Asuhan nifas secara umum berlangsung fisiologis tanpa penyulit dengan keluhan ketidaknyamanan umum masa nifas. Pada asuhan KB ibu sudah menjadi akseptor KB suntik progestin setelah selesai nifas. Keluhan yang dirasakan selama kehamilan merupakan ketidaknyamanan fisiologis selama diberikan intervensi berupa KIE. Asuhan persalinan seluruhnya normal. Pada asuhan BBL/neonatus terjadi kesenjangan signifikan antara TBJ dengan berat badan bayi lahir, dengan kemungkinan ketidaktepatan pengukuran TFU/USG. Asuhan nifas dilakukan secara fisilogis dengan keluhan ketidaknyamanan fisiolgis sehingga hanya membutuhkan KIE. Pada asuhan KB perlu dilakukan follow up setelah masa nifas selesai untuk memastikan ibu sudah mulai menggunakan KB suntik progestin. Asuhan kebidanan berkesinambungan pada Ny T pelayanan seperti ANC, BBL/neonatus, Persalinan, Nifas serta KB sudah terlaksana dengan baik. Hanya masih membutuhkan perbaikan terutama terkait kelengkapan dokumentasi persalinan. Diharapkan kedepannya pasien dapat bersikap positif dan terbuka sehingga pelayanan KIA dan KB difasilitas kesehatan dapat dilakukan secara berkesinambungan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions: Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan kebidanan > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan, Pendidikan Profesi Bidan
Depositing User: Users 30 not found.
Date Deposited: 19 Aug 2026 07:02
Last Modified: 19 Aug 2026 07:02
URI: http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/9203

Actions (login required)

View Item View Item