Fajarwati, Violin Ayu (2026) PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT OLEH TENAGA KERJA CLEANING SERVICE DI RUMAH SAKIT JIWA GRHASIA. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
|
Text (AWAL)
AWAL.pdf Download (796kB) |
|
Text (ABSTRACT)
ABSTRACT.pdf Download (85kB) |
|
Text (CHAPTER I)
CHAPTER I.pdf Download (264kB) |
|
Text (CHAPTER II)
CHAPTER II.pdf Download (268kB) |
|
Text (CHAPTER III)
CHAPTER III.pdf Restricted to Registered users only Download (232kB) |
|
Text (CHAPTER IV)
CHAPTER IV.pdf Restricted to Registered users only Download (398kB) |
|
Text (CHAPTER V)
CHAPTER V.pdf Restricted to Registered users only Download (153kB) |
|
Text (REFERENCES)
REFERENCES.pdf Download (215kB) |
|
Text (APPENDICES)
APPENDICES.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
|
Text (KTI)
KTI FIX.pdf Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
Latar Belakang: Tenaga kerja cleaning service di rumah sakit memiliki peran pening dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah terjadinya infeksi nosocomial. Dalam menjalankan tugasnya, tenaga kerja cleaning service perlu menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) untuk melindungi diri sendiri maupun lingkungan dari berbagai risiko kesehatan. Penerapan PHBS dipengaruhi oleh pengetahuan, sikap, tindakan, dukungan rumah sakit, serta berbagai kendala yang dihadapi selama bekerja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Perilaku Hidup Bersih dan Sehat oleh tenaga kerja cleaning service di RS Jiwa Grhasia. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui survey, wawancara, dan dokumentasi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar tenaga kerja cleaning service memiliki tingkat pengetahuan, sikap, dan tindakan dalam kategori baik terhadap penerapan PHBS. Rumah sakit berperan dalam mendukung penerapan PHBS melalui penyediaan fasilitas kerja, penerapan SOP, pengawasan, serta pelatihan bagi tenaga kerja. Kendala yang masih dihadapi dalam penerapan PHBS antara lain keterlambatan pengisian sabun cuci tangan, beban kerja yang tinggi, keterbatasan waktu kerja, dan situasi pekerjaan yang mendadak sehingga penerapan PHBS belum selalu optimal. Kesimpulan: Sebagian besar tenaga kerja cleaning service telah menerapkan PHBS dengan baik. Dukungan rumah sakit melalui fasilitas, SOP, pelatihan, dan pengawasan berperan dalam mendukung penerapan PHBS. Namun, masih diperlukan peningkatan ketersediaan sarana pendukung serta penguatan pengawasan dan edukasi agar penerapan PHBS dapat dilakukan secara lebih optimal dan berkelanjutan. Kata Kunci: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), cleaning service, rumah sakit, pengetahuan, sikap, tindakan.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), cleaning service, rumah sakit, pengetahuan, sikap, tindakan. |
| Subjects: | T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Kesehatan Lingkungan > Program Studi DIII Kesehatan Lingkungan |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 25 Sep 2026 03:54 |
| Last Modified: | 25 Sep 2026 03:54 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/24256 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
