Sarahwati, Dian (2026) PENGARUH PENGGUNAAN WATER WARM CIRCULATION MATTRESS TERHADAP SUHU TUBUH PASIEN PADA INTRAOPERASI BEDAH SARAF DI RSUD BALARAJA. Skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.

Text (Awal)
1. Awal.pdf

Download (1MB)
Text (Abstract)
2. Abstract.pdf

Download (211kB)
Text (Chapter 1)
3. Chapter 1.pdf

Download (523kB)
Text (Chapter 2)
4. Chapter 2.pdf

Download (619kB)
Text (Chapter 3)
5. Chapter 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (533kB)
Text (Chapter 4)
6. Chapter 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (569kB)
Text (Conclusion)
7. Conclusion.pdf

Download (369kB)
Text (References)
8. References.pdf

Download (379kB)
Text (Appendics)
9. Appendics.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
Official URL: https://poltekkesjogja.ac.id

Abstract

Latar belakang : Angka kejadian hipotermia intraoperasi pada operasi bedah saraf sebesar 95,9%. Insiden hipotermia saat intraoperasi dilaporkan 79% pada pasien yang menjalani berbagai jenis operasi elektif tanpa menggunakan selimut penghangat aktif. Hipotermia berdampak buruk pada operasi bedah saraf, seperti meningkatkan risiko infeksi luka operasi, mengganggu penyembuhan luka, dan memperlambat pemulihan. Tindakan yang dapat digunakan dalam manajemen suhu tubuh salah satunya yaitu menggunakan water warm circulation mattress. Tujuan : Mengetahui pengaruh penggunaan water warm circulation mattress terhadap suhu tubuh pasien pada intraoperasi bedah saraf di RSUD Balaraja. Metode : Penelitian ini adalah menggunakan desain pre-test and post-test design with control group. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei s.d Juni 2026. Populasi studi penelitian ini adalah pasien bedah saraf di RSUD Balaraja. Sampel penelitian terdiri dari 52 responden yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann-Whitney. Hasil : Hasil uji Wilcoxon pada kelompok intervensi menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan pada pasien setelah diberikan water warm circulation mattress dengan p = 0,000 (p < 0,05) dan pada kelompok kontrol tidak ada pengaruh yang signifikan dengan p = 0,053 (p > 0,05). Hasil uji Mann-Whitney didapatkan adanya pengaruh yang signifikan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan hasil p = 0,000. Kesimpulan : Water warm circulation mattress mampu meningkatkan dan mempertahankan suhu tubuh pasien selama intraoperatif. Kata Kunci : Water warm circulation mattress, suhu tubuh, intraoperasi, bedah saraf.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Kata Kunci/Keyword Abstrak: Water warm circulation mattress, suhu tubuh, intraoperasi, bedah saraf.
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions: Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Keperawatan > Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi
Depositing User: Mahasiswa Polkesyogya
Date Deposited: 31 Jul 2026 02:11
Last Modified: 31 Jul 2026 02:11
URI: http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/23564

Actions (login required)

View Item View Item