Adha, Rafidah Intan Nurul (2026) PENERAPAN TERAPI MUSIK INSTRUMENTAL KLASIK UNTUK MENGURANGI HALUSINASI PENDENGARAN PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN JIWA DI RSJ GRHASIA. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
|
Text
1. Awal.pdf Download (1MB) |
|
Text
2. Abstract.pdf Download (201kB) |
|
Text
3. Chapter 1.pdf Download (285kB) |
|
Text
4. Chapter 2.pdf Download (378kB) |
|
Text
5. Chapter 3.pdf Restricted to Registered users only Download (254kB) |
|
Text
6. Chapter 4.pdf Restricted to Registered users only Download (480kB) |
|
Text
7. Conclusion.pdf Download (198kB) |
|
Text
8. References.pdf Download (206kB) |
|
Text
9. Appendices.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
Text
RAFIDAH INTAN NURUL ADHA_P07120123003.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Latar Belakang: Gangguan persepsi sensori halusinasi pendengaran merupakan salah satu gejala utama skizofrenia yang dapat mengganggu fungsi adaptif, menimbulkan kepanikan, hingga memicu perilaku kekerasan. Penatalaksanaan nonfarmakologi berupa terapi musik instrumental klasik berfungsi sebagai teknik distraksi yang mampu merangsang gelombang alfa di otak, memicu relaksasi, serta mengalihkan perhatian pasien dari stimulus internalnya. Tujuan: Menerapkan dan mengeksplorasi efektivitas terapi musik instrumental klasik dalam mengurangi tingkat gejala halusinasi pendengaran pada dua pasien kelolaan di RSJ Grhasia Yogyakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus terhadap dua pasien laki laki dengan gangguan persepsi sensori:halusinasi pendengaran yang menjalani perawatan di Wisma Arjuna. Studi kasus ini dilaksanakan selama 3 hari berturut turut, yaitu pada tanggal 30 April sampai dengan 02 Mei 2026. Setiap sesi pertemuan berlangsung secara bertahap dengan durasi sekitar 15 hingga 20 menit. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen rekam medis. Proses asuhan keperawatan yang diterapkan meliputi pengkajian, perumusan diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Hasil: Hasil studi menunjukkan bahwa setelah diberikan terapi selama 3 hari, kedua pasien mengalami penurunan skor halusinasi. Skor AHRS pada pasien 1 (Tn. IC) menurun dari kategori berat dengan skor 24 menjadi 17. Sementara skor AHRS pada pasien 2 (Tn. AP) juga mengalami penurunan dari skor 22 menjadi 16. Faktor pendukung efektivitas terapi meliputi sikap kooperatif pasien dan minat yang tinggi terhadap musik. Sedangkan faktor penghambatnya adalah kuatnya stresor psikososial dan riwayat ketidakpatuhan minum obat di masa lalu. Kesimpulan: Penerapan terapi musik instrumental klasik terbukti efektif dalam menurunkan tingkat dan frekuensi gejala halusinasi pendengaran pada pasien skizofrenia. Terapi modalitas ini disarankan untuk dijadikan sebagai standar operasional prosedur (SOP) rutin pendamping terapi farmakologi dalam asuhan keperawatan jiwa di ruang rawat inap. Kata Kunci: Skizofrenia, Halusinasi Pendengaran, Terapi Musik Instrumental Klasik, AHRS.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | Skizofrenia, Halusinasi Pendengaran, Terapi Musik Instrumental Klasik, AHRS. |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Keperawatan > Program Studi DIII Keperawatan |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 24 Jul 2026 02:08 |
| Last Modified: | 24 Jul 2026 02:08 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/22886 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
