Gantini, Dwi (2026) KAJIAN TINGKAT ASUPAN ENERGI DAN PROTEIN TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA ANAK BALITA (24-59 BULAN) DI DESA BANJARARUM. Skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
|
Text (COVER)
Cover.pdf Download (661kB) |
|
Text (Abstract)
Abstract.pdf Download (137kB) |
|
Text (Chapter 1)
Chapter 1.pdf Download (223kB) |
|
Text (Chapter 2)
Chapter 2.pdf Download (329kB) |
|
Text (Chapter 3)
Chapter 3.pdf Restricted to Registered users only Download (276kB) |
|
Text (Chapter 4)
Chapter 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (368kB) |
|
Text (Conclusion)
Conclusion.pdf Download (202kB) |
|
Text (Reference)
Reference.pdf Download (196kB) |
|
Text (Appendices)
Appendices.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
Text (Naskah Publikasi)
NASKAH PUBLIKASI.pdf Restricted to Repository staff only Download (668kB) |
|
Text (Dwi Gantini_P07131123031)
DWI GANTINI_P07131123031.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Latar Belakang : Stunting merupakan masalah gizi kronis yang ditandai dengan tinggi badan menurut umur berada di bawah standar. Kejadian stunting pada anak balita dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah rendahnya asupan energi dan protein yang berperan penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. Desa Banjararum merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Kulon Progo yang masih ditemukan kasus stunting pada anak balita usia 24-59 bulan. Tujuan : Untuk mengkaji tingkat asupan energi dan protein terhadap kejadian stunting pada anak balita usia 24-59 bulan di Desa Banjararum, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo. Metode : Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan pada anak balita usia 24-59 bulan di Desa Banjararum dengan jumlah sampel sebanyak 102 anak balita. Data asupan energi dan protein diperoleh menggunakan metode recall konsumsi 24 jam selama dua hari tidak berturut-turut, sedangkan data status stunting diperoleh dari pengukuran antropometri tinggi badan menurut umur (TB/U). Data dianalisis secara deskriptif dengan tabulasi silang untuk mengkaji tingkat asupan energi dan protein terhadap kejadian stunting. Hasil Penelitian : Kejadian stunting ditemukan pada 35 (34,3%) anak balita, sedangkan 67 (65,7%) anak balita tidak mengalami stunting. Hasil tabulasi silang menunjukkan bahwa proporsi stunting lebih tinggi pada anak balita dengan tingkat asupan energi dan protein yang kurang dibandingkan dengan anak balita yang memiliki tingkat asupan energi dan protein baik. Kesimpulan dan Saran : Kejadian stunting lebih banyak ditemukan pada balita dengan tingkat asupan energi dan protein yang kurang dibandingkan dengan balita yang memiliki tingkat asupan energi dan protein baik. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya peningkatan pemenuhan kebutuhan energi dan protein yang adekuat pada anak balita untuk mendukung pertumbuhan yang optimal dan mencegah terjadinya stunting. Kata Kunci : Balita, Stunting, Asupan energi, Asupan protein
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | Balita, Stunting, Asupan energi, Asupan protein |
| Subjects: | R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Gizi > Program Studi DIII Gizi |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 15 Jul 2026 04:08 |
| Last Modified: | 15 Jul 2026 04:08 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/22882 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
