Sherina, Sherina (2026) PERBEDAAN JUMLAH TROMBOSIT DARAH K3EDTA PADA PASIEN CKD (CHRONIC KIDNEY DISEASE) DAN NON-CKD YANG DIPERIKSA SEGERA DAN SETELAH PENUNDAAN 3 JAM. Skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.

Text (Awal)
Awal.pdf

Download (1MB)
Text (Abstract)
Abstract .pdf

Download (234kB)
Text (Chapter 1)
Chapter 1.pdf

Download (280kB)
Text (Chapter 2)
Chapter 2.pdf

Download (477kB)
Text (Chapter 3)
Chapter 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (429kB)
Text (Chapter 4)
Chapter 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (315kB)
Text (Conclusion)
Conclusion.pdf

Download (256kB)
Text (References)
References.pdf

Download (201kB)
Text (Appendices)
Appendices.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
Official URL: https://poltekkesjogja.ac.id

Abstract

Latar Belakang: Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan kondisi penurunan fungsi ginjal secara progresif yang dapat mempengaruhi sistem hematologi salah satunya adalah jumlah dan fungsi trombosit. Trombosit pada pasien CKD lebih rentan mengalami perubahan dibandingkan pasien Non-CKD. Namun, pemeriksaan jumlah trombosit darah menggunakan antikoagulan K3EDTA dipengaruhi oleh faktor pra-analitik, terutama waktu penundaan pemeriksaan, yang dapat menyebabkan aktivasi dan agregasi trombosit secara in vitro. Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan jumlah trombosit darah K3EDTA pada pasien CKD dan Non-CKD yang diperiksa segera dan setelah penundaan 3 jam. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain two group pretest-posttest. Sampel penelitian sebanyak 30 responden yang terdiri dari pasien CKD dan Non-CKD di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Pemeriksaan jumlah trombosit dilakukan menggunakan hematology analyzer Beckman Coulter DxH 560. Analisis data menggunakan uji Shapiro-Wilk dan dilanjutkan dengan uji Paired T-test. Hasil: Karakteristik responden kelompok CKD mayoritas berjenis kelamin laki-laki sebanyak 20 orang (66,7%) dengan usia terbanyak 66–70 tahun (23,3%), sedangkan kelompok Non-CKD mayoritas perempuan sebanyak 22 orang (73,3%) dengan distribusi usia terbanyak pada rentang 40–45 tahun, 56–60 tahun, dan 71–75 tahun masing-masing sebesar 16,7%. Rata-rata jumlah trombosit pasien CKD menurun dari 250.200/µL menjadi 239.266/µL setelah penundaan 3 jam, sedangkan pada pasien Non-CKD menurun dari 273.000/µL menjadi 252.000/µL. Hasil uji Shapiro Wilk menunjukkan data berdistribusi normal (p > 0,05). Uji Paired T-test menunjukkan nilai signifikansi p = 0,000 pada kelompok CKD dan p = 0,002 pada kelompok Non-CKD, sehingga terdapat perbedaan bermakna jumlah trombosit darah K3EDTA yang diperiksa segera dan setelah penundaan 3 jam. Kesimpulan: Terdapat perbedaan bermakna jumlah trombosit darah K3EDTA pada pasien CKD dan Non-CKD yang diperiksa segera dan setelah penundaan 3 jam. Penundaan pemeriksaan menyebabkan penurunan jumlah trombosit, dengan penurunan lebih besar terjadi pada pasien Non-CKD. Kata Kunci : Trombosit, K3EDTA, Chronic Kidney Disease, Non-CKD, Penundaan pemeriksaan

Item Type: Thesis (Skripsi)
Kata Kunci/Keyword Abstrak: Trombosit, K3EDTA, Chronic Kidney Disease, Non-CKD, Penundaan pemeriksaan
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RB Pathology
Divisions: Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Teknologi Laboratorium Medis > Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis
Depositing User: Mahasiswa Polkesyogya
Date Deposited: 01 Jul 2026 06:42
Last Modified: 01 Jul 2026 06:42
URI: http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/22270

Actions (login required)

View Item View Item