Muna, Fina Aizzatul (2026) ASUHAN BERKESINAMBUNGAN PADA NY. F USIA 26 TAHUN G3P2AB0AH2 DENGAN KETUBAN PECAH DINI (KPD) PADA KEHAMILAN ATERM DI PUSKESMAS MLATI II. Laporan-Coc thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
|
Text (Cover)
Cover.pdf Download (216kB) |
|
Text (Awal)
Awal.pdf Download (582kB) |
|
Text (Sinopsis)
Sinopsis.pdf Download (215kB) |
|
Text (Chapter 1)
Chapter 1.pdf Download (254kB) |
|
Text (Chapter 2)
Chapter 2.pdf Restricted to Registered users only Download (447kB) |
|
Text (Chapter 3)
Chapter 3.pdf Restricted to Registered users only Download (292kB) |
|
Text (Chapter 4)
Chapter 4.pdf Download (198kB) |
|
Text (References)
References.pdf Download (184kB) |
|
Text (Appendices)
Appendices.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
Text (FULL TEXT)
9A_FINA AIZZATUL M_P71243125039_TUGAS AKHIR PROFESI.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Berdasarkan Profil Kesehatan DIY 2023, angka kematian ibu dan bayi masih menjadi perhatian utama dengan angka kematian ibu tercatat sebesar 44,71 per 100.000 kelahiran hidup serta angka kematian bayi sebesar 8,11 per 1.000 kelahiran hidup. Oleh karena itu, peran bidan sangat penting dalam mendeteksi dini penyulit secara komprehensif (continuity of care) mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, hingga bayi baru lahir guna meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Asuhan kehamilan pada Ny. F usia 26 tahun G3P2Ab0Ah2 dilakukan di Puskesmas Mlati II untuk memantau kesejahteraan janin serta KIE ketidaknyamanan trimester III. Pada usia kehamilan 40 minggu 5 hari, ibu mengalami Ketuban Pecah Dini (KPD) dengan pembukaan 1 cm setelah 6 jam observasi, sehingga bidan melakukan rujukan tepat waktu ke RSUD Sleman. Persalinan berhasil ditangani melalui induksi hingga bayi lahir spontan pervaginam dalam kondisi sehat dengan BB 3.070 gram, PB 48,5 cm dan langsung mendapatkan asuhan esensial BBL lengkap. Asuhan nifas dan neonatus dilakukan sebanyak 4 kali secara berkesinambungan melalui kunjungan rumah dan pemantauan online. Asuhan nifas difokuskan pada bimbingan nutrisi tinggi protein untuk penyembuhan luka, teknik pelekatan ASI, dan manajemen istirahat hingga masa nifas berjalan fisiologis. Sementara itu, asuhan neonatus diarahkan pada pemantauan pertumbuhan, menjaga kehangatan, perawatan tali pusat hingga lepas pada hari ke-7, evaluasi ikterik derajat II, serta KIE ASI eksklusif dan motivasi imunisasi BCG. Pelayanan keluarga berencana diberikan pada hari ke-7 pascasalin dengan mengutamakan prinsip informed choice. Menanggapi keputusan Ny. F dan suami yang memilih metode "KB mandiri" (alami) karena cemas terhadap kontrasepsi medis, diberikan konseling mengenai risiko kegagalan metode alami pasca-komplikasi KPD. Sebagai perlindungan kontrasepsi sementara, ibu dibekali pemahaman Metode Amenorea Laktasi (MAL) disertai penerapan open door policy untuk konsultasi medis lanjutan.
| Item Type: | Thesis (Laporan-Coc) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | Asuhan Berkesinambungan, Multipara, KPD, Kehamilan Aterm |
| Subjects: | R Medicine > RG Gynecology and obstetrics |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan kebidanan > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan, Pendidikan Profesi Bidan |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 18 Aug 2026 06:57 |
| Last Modified: | 18 Aug 2026 06:57 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/22036 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
