Islami, Tiara Vicka Firdaus (2026) GAMBARAN SUBSISTEM MANAGEMENT OF INFORMATION (MOI) DENGAN STANDAR AKREDITASI INTERNASIONAL JOINT COMMISSION INTERNATIONAL DI RS AKADEMIK UGM YOGYAKARTA. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
|
Text (Cover)
Awal.pdf.pdf Download (656kB) |
|
Text (Abstract)
Abstract.pdf.pdf Download (265kB) |
|
Text (Chapter 1)
Chapter1.pdf.pdf Download (272kB) |
|
Text (Chapter 2)
Chapter2.pdf.pdf Download (251kB) |
|
Text (Chapter 3)
Chapter3.pdf.pdf Restricted to Repository staff only Download (277kB) Request a copy |
|
Text (Chapter 4)
Chapter4.pdf.pdf Restricted to Repository staff only Download (555kB) Request a copy |
|
Text (Conclusion)
Conclusion.pdf.pdf Download (193kB) |
|
Text (References)
References.pdf.pdf Download (215kB) |
|
Text (Appendices)
Appendices.pdf.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) Request a copy |
Abstract
Latar Belakang: Rumah sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan dituntut untuk terus meningkatkan mutu pelayanan dengan melalui proses penilaian akreditasi. Salah satu standar akreditasi internasional yang diakui secara global adalah Joint Commission International (JCI), yang mencakup subsistem Management of Information (MOI) sebagai bagian dari kelompok management-centered standards. Subsistem MOI berfokus pada pengelolaan informasi secara efektif, efisien, dan aman guna mendukung pengambilan keputusan klinis dan manajerial di rumah sakit. RS Akademik UGM Yogyakarta merupakan rumah sakit pendidikan milik Universitas Gadjah Mada yang telah ditetapkan sebagai Rumah Sakit Kelas A oleh Kementerian Kesehatan RI, namun hingga saat ini belum memiliki akreditasi internasional. Belum pernah dilakukan penelitian yang secara khusus menggambarkan kesiapan subsistem MOI di RSA UGM, sehingga penelitian ini menjadi penting sebagai langkah awal menuju akreditasi internasional. Tujuan: Mengetahui gambaran kesiapan RS Akademik UGM Yogyakarta pada subsistem MOI berdasarkan standar akreditasi internasional JCI edisi 8, yang meliputi tiga aspek penilaian yaitu perencanaan pengelolaan informasi (MOI.01.00–MOI.01.04), penggunaan informasi yang terstandardisasi (MOI.02.00–MOI.02.03), dan rekam medis pasien (MOI.03.00–MOI.03.01) Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap 5 informan yang terdiri dari koordinator dokter umum, kepala instalasi rekam medis, kepala instalasi IT/SIRS, kepala administrasi umum, dan ketua komite rekam medis, serta kepala akreditasi sebagai triangulator. Data juga dikumpulkan melalui observasi menggunakan lembar checklist dan studi dokumentasi berupa kebijakan, SOP, dan dokumen pendukung lainnya. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga Mei 2026 di RS Akademik UGM Yogyakarta. Hasil: RSA UGM secara keseluruhan telah memenuhi standar JCI pada seluruh aspek subsistem MOI. Pada aspek perencanaan pengelolaan informasi (MOI.01.00–MOI.01.04), sistem rekam medis elektronik SISTEMA telah beroperasi secara penuh mencakup seluruh alur pelayanan pasien. Keamanan data dijamin melalui enkripsi, autentikasi, firewall berlapis, dan pengaturan hak akses berbasis peran. Ketentuan retensi rekam medis selama 10 tahun telah berjalan sesuai regulasi, dan pendidikan serta pelatihan sistem informasi dilaksanakan secara berkala melalui berbagai media. Pada aspek penggunaan informasi yang terstandardisasi (MOI.02.00–MOI.02.03), pengelolaan dokumen, kebijakan, dan prosedur mengacu pada Pedoman Tata Naskah yang berlaku seragam di seluruh unit. Pengkodean diagnosis menggunakan ICD-10 tahun 2010 dan kode tindakan menggunakan ICD-9 CM, serta singkatan dan simbol telah distandarisasi dan disosialisasikan kepada seluruh staf. Penyebaran informasi kesehatan kepada pihak internal maupun eksternal berjalan sesuai ketentuan dengan format dan tenggat waktu yang telah ditetapkan. Pada aspek rekam medis pasien (MOI.03.00–MOI.03.01), sistem identifikasi unik pasien berjalan otomatis melalui SISTEMA disertai mekanisme audit trail yang merekam seluruh perubahan data. Proses audit rekam medis dilakukan secara multidisiplin dengan melibatkan dokter, perawat, dan petugas rekam medis. Namun ditemukan satu ketidaksesuaian, yaitu audit rekam medis dilaksanakan per semester, sementara standar JCI mensyaratkan minimal per triwulan. Kesimpulan: RS Akademik UGM Yogyakarta secara umum telah memenuhi standar JCI pada subsistem MOI, mencakup aspek perencanaan pengelolaan informasi, penggunaan informasi yang terstandardisasi, dan rekam medis pasien. Satu-satunya gap yang ditemukan adalah frekuensi audit rekam medis yang masih dilakukan per semester. Disarankan agar RSA UGM meningkatkan pelaksanaan audit rekam medis menjadi minimal triwulanan sesuai ketentuan JCI sebagai bagian dari upaya persiapan menuju akreditasi internasional. Kata Kunci: Management of Information, JCI, Akreditasi Internasional, Rekam Medis Elektronik
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | Akreditasi, JCI, MOI, Rekam Medis |
| Subjects: | R Medicine > RZ Other systems of medicine |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan kebidanan > Program Studi DIII Rekam Medis dan Informasi Kesehatan |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 10 Jul 2026 02:39 |
| Last Modified: | 10 Jul 2026 02:39 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/21891 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
